Press "Enter" to skip to content

Pushidrosal Kerahkan Tiga KRI Dukung Operasi SAR di Perairan Indonesia

Social Media Share

Tak kenal gelombang dan jarak, KRI jajaran Pushidrosal dikerahkan memperkuat operasi SAR TNI Angkatan Laut demi menemukan dan menolong korban di tengah laut. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengerahkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) jajaran Pushidrosal, yakni KRI Dewa Kembar-932, KRI Spica-934, dan KRI Canopus-936, untuk mendukung pelaksanaan operasi Search and Rescue (SAR) TNI Angkatan Laut dalam pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia.

Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., mengatakan, pengerahan ketiga KRI tersebut merupakan bentuk dukungan hidro-oseanografi terhadap pelaksanaan operasi SAR di lapangan.

“Ketiga KRI tersebut melaksanakan tugas dukungan berupa deteksi bawah air dan deteksi arus bawah permukaan untuk mendukung penyelam, serta menyediakan informasi hidro-oseanografi yang diperlukan dalam mendukung efektivitas pencarian,” kata Budi dalam keterangan persnya, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, dalam pelaksanaan tugas tersebut, seluruh unsur berada di bawah kendali On Scene Commander (OSC) Danguskamlabar di lapangan. Dukungan itu merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pushidrosal dalam memperkuat operasi SAR, baik dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa maupun operasi pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8, KRI Canopus-936 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla., dan KRI Spica-934 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Alin Abimanyu, S.T., M.Ling., dikerahkan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Sebelumnya, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan mengalami kondisi miring sebelum kehilangan komunikasi. TNI Angkatan Laut kemudian memperkuat operasi SAR gabungan dengan mengerahkan sejumlah unsur KRI.

Sementara itu, KRI Dewa Kembar-932 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Aris Priyadi, S.T., M.Tr.Opsla., turut dilibatkan dalam operasi SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Dalam pelaksanaannya, operasi pencarian memperhatikan sejumlah faktor, antara lain keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Budi menambahkan, kemampuan hidro-oseanografi memiliki peran penting dalam mendukung operasi kemanusiaan, termasuk pencarian dan pertolongan di laut.

“Kemampuan hidro-oseanografi tidak hanya berperan dalam penyediaan data dan informasi kelautan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung operasi kemanusiaan, khususnya pencarian dan pertolongan di laut,” ujarnya.

Melalui kemampuan survei serta dukungan data hidro-oseanografi, Pushidrosal terus memperkuat sinergi dengan unsur TNI Angkatan Laut dan instansi terkait guna membantu menciptakan operasi SAR yang terukur, aman, dan efektif.

“Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta memberikan kontribusi nyata terhadap tugas kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia,” pungkasnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *