Menteri Wihaji memberikan keterangan pers terkait penguatan peran Generasi Berencana (GenRe) dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, Jakarta, Rabu (23/9/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Sebanyak 66 persen dari sekitar 287 juta penduduk Indonesia merupakan anak dan remaja berusia 10–24 tahun. Jumlah yang mayoritas ini menjadi kekuatan besar yang akan turut menentukan arah Indonesia di masa depan. Karena itu, kemampuan generasi muda untuk mengambil peran menjadi bagian penting dalam menata masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menyebut Generasi Berencana (GenRe) sebagai lini terdepan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan. “Mereka lah yang selama ini menjadi lini terdepan yang umur 10-24 tahun menjadi GenRe (Generasi Berencana) yang semangatnya tiga yaitu, satu kampanye tentang jangan melakukan sex pra-nikah, yang kedua jangan melakukan pernikahan dini dan yang ketiga jangan napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya),” ungkap Menteri Wihaji dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026). Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong remaja agar mampu merencanakan kehidupan secara lebih terarah.
Semangat tersebut hadir dalam Puncak Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) 2026 yang menjadi ruang bagi remaja untuk berkumpul, berdiskusi, berkolaborasi, sekaligus menampilkan inovasi dan praktik baik dalam pembangunan keluarga serta penguatan ketahanan remaja. Kegiatan ini diikuti 64 Duta GenRe dari 34 provinsi di Indonesia. ADUJAKNAS menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda dapat diterjemahkan menjadi aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Saat ini, remaja Indonesia masih menghadapi beragam tantangan, mulai dari perkawinan anak, kesehatan mental, literasi digital, hingga penguatan karakter dan kepemimpinan. Representative UNICEF Indonesia Thomas Davin menilai jejaring teman sebaya memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut. “We know that across Indonesia young people are already supporting one another through trusted peer networks that provide guidance, information, opportunities to learn, to lead, to collaborate” (Kita tahu bahwa di berbagai wilayah Indonesia, anak muda telah saling menguatkan melalui jejaring teman sebaya yang tepercaya, dengan menghadirkan bimbingan, informasi, serta kesempatan untuk belajar, memimpin, dan berkolaborasi),” jelasnya.
Melalui ADUJAKNAS 2026, berbagai kreativitas dan gagasan remaja diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kontestasi, tetapi berkembang menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Semangat “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia” diharapkan melahirkan lebih banyak inisiatif yang memberikan dampak nyata hingga ke berbagai wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat peran GenRe sebagai generasi yang ikut menentukan masa depan bangsa. (red)







Be First to Comment