Press "Enter" to skip to content

Menag Nasaruddin Umar Raih Penghargaan Pengembangan Wisata Religi

Social Media Share
Penghargaan. Menteri Agama Nasaruddin Umar meraih Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development dalam ajang 11th Bali Tourism Awards 2026di Sanur, Bali. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat penghargaan di bidang pengembangan pariwisata keagamaan. Menag didaulat sebagai Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development.

Penghargaan tersebut diberikan Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation dalam penyelenggaraan 11th Bali Tourism Awards 2026. Seremoni penyerahan penghargaan berlangsung di Sanur, Bali.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar hadir mewakili Menag dalam acara tersebut. “Semalam, saya mewakili Menteri Agama menerima Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development dari Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation,” terang Gugun Gumilar di Sanur, dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Gugun, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi Menteri Agama dalam mengembangkan dan memajukan wisata religi, khususnya di Bali. “Penghargaan ini menjadi semacam rekognisi atas kontribusi Menteri Agama dalam ikut mengembangkan dan memajukan wisata religi, khususnya di Bali,” sambungnya.

Dia menjelaskan, Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi, dan pemimpin yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan pengembangan industri pariwisata Indonesia. Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development diberikan kepada Menag sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusinya dalam mendorong pengembangan wisata religi di Indonesia.

“Termasuk penguatan potensi wisata berbasis keagamaan dan budaya, khususnya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata religi Hindu serta potensi wisata religi dari berbagai agama di Indonesia,” papar Gugun.

Gugun mengatakan wisata religi terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari upaya bersama pemerintah dan umat beragama dalam memperkuat moderasi beragama serta merawat kerukunan.

“Kita tahu bersama bahwa sejak survei indeks kerukunan dilakukan, 2025 menjadi tahun dengan indeks tertinggi. Ini prestasi luar biasa,” ujar Gugun.

Menurut dia, kerukunan menjadi salah satu prasyarat penting dalam pembangunan. “Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Jadi kerukunan tidak hanya berdampak pada pengembangan wisata religi, tapi juga sektor-sektor pembangunan yang lain,” tandasnya.

Sejumlah kepala daerah, duta besar negara sahabat, pimpinan asosiasi pariwisata, akademisi, pelaku industri, investor, media nasional, serta pimpinan perusahaan dari sektor perjalanan, perhotelan, penerbangan, destinasi, dan ekonomi kreatif turut hadir dalam penerimaan penghargaan tersebut. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *