Press "Enter" to skip to content

MTQ Nasional XXXI Libatkan Teman Tuli, 28 Peserta Ikuti Eksibisi Al-Qur’an Isyarat

Social Media Share

Menag Nasaruddin Umar menerima laporan persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. (Foto: Ist)

 

JAKARTA, NP – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Untuk pertama kalinya dalam gelaran tahun ini, ruang partisipasi diperluas melalui Eksibisi Disabilitas Tuli yang melibatkan 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah di Indonesia.

Eksibisi yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, 14–16 September 2026, menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas layanan keagamaan bagi penyandang disabilitas. Para peserta akan mengikuti dua golongan, yakni Tilawah atau membaca Al-Qur’an Isyarat dan Kitabah atau menulis Al-Qur’an Isyarat. Masing-masing golongan diikuti 14 peserta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut positif keterlibatan Teman Tuli dalam MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan tuntunan bagi seluruh umat sehingga tidak boleh ada kelompok yang kesulitan mendapatkan akses untuk mempelajarinya.

“Al-Qur’an adalah tuntunan bagi seluruh umat. Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Menag di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu (9/9/2026).

Nasaruddin menegaskan, MTQ tidak seharusnya dipandang sebatas kompetisi. Menurut dia, kegiatan tersebut juga memiliki fungsi strategis dalam memperluas syiar Al-Qur’an dan mendekatkannya kepada seluruh lapisan masyarakat. “MTQ bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga momentum untuk semakin mendekatkan Al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, saya sangat mendukung hadirnya eksibisi bagi Teman Tuli pada MTQ Nasional tahun ini,” tuturnya.

Kehadiran Eksibisi Disabilitas Tuli sekaligus memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada masyarakat luas. Mushaf tersebut menjadi salah satu instrumen yang dikembangkan untuk membantu Teman Tuli membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an melalui bahasa isyarat.

Penyelenggaraan eksibisi juga menjadi bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak penyandang disabilitas memperoleh akses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan keagamaan.

Menag berharap keterlibatan Teman Tuli dalam MTQ Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan eksibisi. Semangat tersebut, kata dia, harus berlanjut dalam pelayanan keagamaan sehari-hari. “Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam memperoleh layanan keagamaan,” pesan Nasaruddin.

Eksibisi Disabilitas Tuli diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan Al-Qur’an yang dapat diakses seluruh masyarakat. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *