Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan bersama unsur TNI AL dan stakeholder Bandara Juanda menunjukkan barang bukti narkotika senilai lebih dari Rp3,2 miliar dalam konferensi pers di Mako Lanudal Juanda, Sidoarjo, Senin (3/8/2026). (Foto: Ist)
SIDOARJO, NP – Aparat gabungan di Bandara Internasional Juanda kembali memukul jaringan peredaran narkotika. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, Satgaspam TNI AL Bandara Juanda di bawah Puspenerbal bersama para stakeholder bandara berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan sabu-sabu dan ekstasi senilai lebih dari Rp3,2 miliar.
Keberhasilan tersebut diungkap dalam konferensi pers di Mako Lanudal Juanda, Sidoarjo, Senin (3/8/2026). Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana, S.M., CHRMP., yang diwakili Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, S.E., M.Tr.(Han), menegaskan pengungkapan ini menjadi bukti bahwa pengawasan di Bandara Juanda terus diperketat melalui sinergi lintas instansi.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara TNI AL dan seluruh stakeholder Bandara Juanda dalam memperkuat sistem pengamanan. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan untuk menutup setiap celah yang dimanfaatkan jaringan narkotika,” kata Henoch.
Ia menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan pada 29 Juli 2026 terhadap seorang penumpang pesawat rute Malaysia–Surabaya. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 990 gram sabu-sabu dan 1.089 butir ekstasi dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar.
Belum genap sepekan, pada 2 Agustus 2026, Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bersama Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) kembali menggagalkan upaya penyelundupan 188 gram sabu-sabu yang dikirim melalui kargo udara dengan tujuan Ternate, Maluku Utara. Nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Dari dua pengungkapan itu, aparat berhasil menggagalkan peredaran narkotika senilai lebih dari Rp3,2 miliar. Selain memutus rantai distribusi jaringan narkotika, operasi tersebut diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 6.960 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Henoch menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL terus meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam menjaga objek vital nasional.
“TNI AL berkomitmen memperkuat pengamanan dan terus bersinergi dengan seluruh instansi untuk mendukung pemberantasan peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa,” tegasnya. (red)







Be First to Comment