Press "Enter" to skip to content

BRIN Temukan Spesies Baru Begonia di Sumatra Barat, Abadikan Nama Mohammad Hatta

Social Media Share

Spesimen Begonia hattae, spesies baru dari Sumatra Barat yang ditemukan tim peneliti BRIN. Penemuan ini menambah daftar kekayaan flora Indonesia sekaligus memperkuat pentingnya konservasi habitat alami.(Foto:BRIN)

CIBINONG, NP – Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap kekayaan hayati Indonesia dengan mendeskripsikan satu spesies baru Begonia dari Sumatra Barat yang diberi nama Begonia hattae. Penelitian tersebut juga berhasil menemukan kembali tiga spesies Begonia yang selama bertahun-tahun tidak lagi dijumpai di habitat alaminya serta mencatat perluasan wilayah sebaran satu spesies lainnya. Temuan ini semakin mengukuhkan Sumatra Barat sebagai salah satu pusat keanekaragaman Begonia di Indonesia.

Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Taprobanica Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026 melalui artikel berjudul A New Begonia Species (Begoniaceae) and Three Rediscoveries from West Sumatra.

Penelitian dilakukan oleh Muhammad Efendi dan Intani Quarta Lailaty dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Wisnu Handoyo Ardi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Yudi Suhendri dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Tim melakukan eksplorasi lapangan sepanjang 2022–2023 di sejumlah daerah di Sumatra Barat, meliputi Padang, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Pasaman Barat.

Selama eksplorasi, peneliti mengumpulkan biji, spesimen herbarium, dan koleksi hidup yang kemudian dibudidayakan di Kebun Raya Cibodas. Seluruh koleksi diamati secara mendalam untuk mengkaji karakter morfologi, termasuk bunga dan buah, sehingga identitas dan status taksonomi setiap spesies dapat dipastikan.

Dari penelitian tersebut, tim mendeskripsikan Begonia hattae sebagai spesies baru yang ditemukan di kawasan Perbukitan Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain itu, peneliti berhasil menemukan kembali Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata, yang sebelumnya lama tidak tercatat di habitat alaminya. Penelitian ini juga mencatat keberadaan Begonia lilliputana di Sumatra Barat, memperluas wilayah persebarannya yang sebelumnya hanya diketahui dari Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Muhammad Efendi, mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang besar untuk mengungkap kekayaan flora Indonesia yang belum terdokumentasi, terutama di Pulau Sumatra.

“Eksplorasi botani yang dilakukan secara intensif masih membuka peluang ditemukannya jenis-jenis tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan. Penemuan Begonia hattae menunjukkan kawasan Sumatra Barat masih menyimpan kekayaan flora yang sangat penting untuk didokumentasikan dan dilestarikan,” kata Efendi dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (27/7/2026).

Secara morfologi, Begonia hattae memiliki kemiripan dengan Begonia raoensis. Namun, spesies ini dapat dibedakan dari jumlah tepal pada bunga jantan dan betina, bentuk daun, tidak adanya rambut berbentuk cincin pada ujung tangkai daun, serta jumlah benang sari yang lebih sedikit. Perbedaan karakter tersebut menjadi dasar penetapan Begonia hattae sebagai spesies baru.

Nama hattae dipilih sebagai penghormatan kepada Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia asal Sumatra Barat. Penamaan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas jasa sang proklamator sekaligus menegaskan keterkaitan spesies tersebut dengan daerah tempat penemuannya.

Efendi mengingatkan, lokasi ditemukannya Begonia hattae bersama sejumlah Begonia endemik lainnya berada di ekosistem hutan batu kapur Halaban yang kini menghadapi tekanan akibat aktivitas pertambangan.

“Temuan ini tidak hanya menambah daftar spesies flora Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa habitat alami tumbuhan endemik memerlukan perhatian serius. Informasi ilmiah mengenai persebaran spesies sangat penting sebagai dasar penyusunan strategi konservasi,” ujarnya.

Temuan ini tidak hanya memperkaya daftar flora Indonesia, tetapi juga menegaskan masih besarnya potensi penemuan spesies baru di Sumatra Barat. Di sisi lain, penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat alami merupakan kunci menjaga keberlangsungan spesies endemik di tengah meningkatnya tekanan terhadap kawasan hutan. BRIN pun terus mendorong eksplorasi, inventarisasi, dan penelitian biosistematika untuk memperkuat upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati Indonesia. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *