Press "Enter" to skip to content

Dari Algoritma hingga Kemanusiaan, Empat Buku Baru Riri Satria Segera Terbit

Social Media Share

Puisi, esai, dan refleksi tentang teknologi, budaya, dan manusia berpadu dalam buku-buku terbaru Riri Satria. Segera terbit Mei 2026.(Foto: Ist)

JAKARTA — Pakar teknologi digital, penulis, dan esais, Riri Satria, tengah menyiapkan peluncuran empat buku terbarunya yang direncanakan terbit pada Mei 2026.

Keempat buku tersebut berjudul Bom Waktu, Gelombang Algoritma, Membingkai Kata-Kata, serta Kata, Rupa, dan Warna. Karya-karya ini lahir dari proses panjang refleksi dan penelusuran ulang perjalanan intelektualnya dalam beberapa tahun terakhir.

Riri Satria dikenal sebagai Komisaris Utama di salah satu BUMN sekaligus Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM), yang memiliki perhatian luas pada isu teknologi digital, ekonomi dan bisnis, kebudayaan, kesenian, kesusastraan, hingga filsafat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/3/2026), Riri menegaskan bahwa proses penyusunan keempat buku tersebut tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui jeda panjang.

Setelah menerbitkan Login Haramain pada 2025—yang berangkat dari pengalaman personal menjalankan ibadah haji—ia memilih berjalan lebih perlahan dengan meninjau kembali catatan dan tulisan yang tersebar sejak 2022 di berbagai platform digital.

“Tulisan-tulisan itu seperti jejak diri saya di masa lalu. Ada yang masih relevan, ada yang mentah, ada juga yang justru mengejutkan saya sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahun 2022 menjadi titik penting dalam perjalanan kepenulisannya dengan terbitnya dua buku sebelumnya, yakni Metaverse (kumpulan puisi) dan Jelajah (kumpulan esai kesusastraan). Setelah itu, ia memasuki fase keheningan yang diibaratkannya sebagai “tanah yang sedang menunggu musim”.

Momentum penyusunan empat buku ini mulai menguat pada Oktober 2025, usai perayaan ulang tahun komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM). Dalam suasana hangat bersama para sahabat penulis, pernyataan ringan tentang rencana menerbitkan buku pada 2026 berubah menjadi komitmen serius.

Sejak saat itu, Riri mulai mengarsipkan, memilah, dan mengklasifikasikan tulisannya. Ia membedakan antara puisi dan esai, serta mengelompokkan esai berdasarkan tema besar seperti transformasi digital, kecerdasan buatan, kebudayaan, hingga kemanusiaan.

Dari proses tersebut, lahirlah empat naskah dengan karakter berbeda. Bom Waktu berisi puisi-puisi yang menangkap kegelisahan zaman, sementara Gelombang Algoritma membahas arus besar perubahan teknologi. Buku Membingkai Kata-Kata merefleksikan proses menulis, sedangkan Kata, Rupa, dan Warna merangkum gagasan tentang kebudayaan dan kemanusiaan.

Saat ini, keempat naskah tersebut masih dalam tahap evaluasi oleh sejumlah penulis dan penyair, antara lain Nunung Noor El Niel, Rissa Churria, Shantined, Emi Suy, serta Khairani Piliang. Selanjutnya, naskah akan melalui evaluasi akhir oleh Sofyan R.H. Zaid, pimpinan Taresi Books yang direncanakan menjadi penerbitnya.

Penyair Emi Suy, yang telah membaca Bom Waktu, menilai karya tersebut menghadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan manusia di tengah laju zaman yang kian cepat.

“Membaca Bom Waktu seperti berdiri di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat, lalu seseorang menepuk bahu kita dan berkata: ‘lihatlah lebih pelan’,” ujarnya.

Menurut Emi, puisi-puisi dalam buku tersebut tidak hanya berbicara tentang teknologi dan pembangunan, tetapi juga menangkap kegelisahan manusia, ketimpangan, hingga kesunyian yang kerap terabaikan. Ia menilai Riri menulis dengan nada tenang namun memiliki daya ledak reflektif yang kuat.

Menanggapi proses menuju penerbitan, Riri mengaku merasakan perpaduan lega sekaligus cemas. Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan masukan dari para pembaca awal.

“Buku-buku ini bukan sekadar hasil menulis, tetapi bagian dari perjalanan panjang—mengumpulkan, memilih, meragukan, mempercayai, lalu merelakan,” tuturnya.

Meski belum mengetahui bagaimana karya-karyanya akan diterima publik, Riri berharap buku-buku tersebut dapat menemukan pembacanya dan memberi manfaat, sekecil apa pun.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, keempat buku tersebut akan resmi diluncurkan pada Mei 2026. (LS)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *