Last updated on 19/02/2026
Mendagri, Tito Karnavian (Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Jumlah pengungsi akibat bencana di Sumatra dilaporkan menurun secara signifikan. Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa saat ini tersisa 12.994 orang yang masih berada di tenda pengungsian.
Pada Desember 2025, jumlah pengungsi sempat mencapai lebih dari satu juta orang. Namun, seiring percepatan penanganan dan pemulihan, jumlah tersebut kini berkurang drastis.
“Pengungsi tadinya dua juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994 yang ada di tenda,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).
Di Sumatra Barat, saat ini tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian. Sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Warga yang rumahnya rusak telah mendapatkan hunian sementara (huntara), sementara lainnya tinggal bersama keluarga sambil menunggu hunian tetap (huntap) dari pemerintah.
“Alhamdulillah, untuk Sumatra Barat kami sudah melakukan pengecekan di 16 kabupaten/kota terdampak dan tidak terdapat pengungsi di tenda,” katanya.
Sementara itu, di Sumatra Utara tercatat 850 orang masih berada di tenda pengungsian, tepatnya di Tapanuli Tengah. Adapun di Aceh, terdapat 12.144 warga yang masih mengungsi, dengan jumlah terbanyak berada di Aceh Utara.
Tito menjelaskan, proses pemulihan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Beberapa daerah masih memerlukan perhatian khusus karena dampak kerusakan yang cukup besar.
Di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, misalnya, masih terdapat tumpukan kayu yang menghambat akses jalan. Selain itu, sedimentasi sungai menyebabkan aliran air belum kembali berfungsi secara normal.
Di wilayah Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Tengah, perbaikan sarana pendidikan masih terus dilakukan. Sementara di Nagan Raya, pemulihan sungai menjadi prioritas agar dapat kembali berfungsi optimal. Fenomena tanah amblas juga dilaporkan memutus jalan kabupaten di Aceh Tengah.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi guna memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas secara normal. (H.T/ rls)







Be First to Comment