Press "Enter" to skip to content

Percepatan Penanganan Covid-19, Kemenristek Dukung Pendanaan Para Peneliti

Social Media Share

JAKARTA, NP – Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) terus memberi dukungan kepada para penelitinya untuk berpartisipasi dalam riset dan inovasi untuk Covid-19. Hari ini Kemenristek/BRIN meloloskan 139 proposal penerimaan pendanaan tahap II Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

Total Pendanaan Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang dikucurkan untuk 139 proposal penelitian tersebut adalah Rp 27.328.367.000. Dukungan pendanaan tersebut berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk percepatan penanganan Covid-19. Sementara pada Tahap I, sebanyak 134 proposal penelitian dibiayai dengan anggaran Rp 60.134.779.015. Dana tersebut diberikan secara bertahap.

Untuk diketahui proposal penelitian tersebut meliputi 15 proposal terkait skrining dan diagnosis, 30 judul pencegahan, 34 proposal terkait alat kesehatan dan pendukung, 41 proposal di bidang sosial humaniora dan kesehatan publik, empat proposal terkait model multi center, 15 proposal tentang obat-obatan dan terapi.

“Kemristek/BRIN berkontribusi dalam menangani Pandemi COVID-19 di Indonesia melalui Penelitian,Pengembangan,Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap) untuk mencegah, mendeteksi dan merespon secara cepat,”kata kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dalam acara virtual, di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Menteri Bambang menjelaskan, Pendanaan Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 ini bertujuan untuk:

  1. menghasilkan invensi dan inovasi terkait produk/ teknologi yang dapat dimanfaatkan secara luas bagi masyarakat dalam rangka pencegahan, pendeteksian dan respon terhadap Pandemi COVID-19;
  1. melakukan diseminasi hasil litbangjirap COVID-19;
  2. mendorong sinergisme dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga litbangjirap, perguruan tinggi, rumah sakit, dan/atau industri dalam kerangka hilirisasi hasil-hasil litbangjirap.

Menteri Bambang berharap kegiatan riset dan inovasi diharapkan tidak dijalankan hanya oleh peneliti saja, tetapi juga melibatkan Pemerintah dan Industri – serta investor atau TRIPLE HELIX.

Sementara itu Direktur Utama LPDP Rionald Silaban menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendanai konsorsium tahap kedua.

LPDP berkomitmen untuk mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan serta mendorong inovasi demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. LPDP menyelenggarakan program beasiswa magister/doktoral untuk putra-putri terbaik Indonesia, pendanaan riset komersial/implementatif untuk mendorong inovasi, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak karena bencana alam.(red)

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan