Delegasi Korpasgat TNI AU dan Pasukan Khusus Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) berfoto bersama.(Ist)
BANDUNG, NP — Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara bersama Pasukan Khusus Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) menggelar Exercise Planning Conference (EPC) di Markas Komando Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung, pada 2–4 September 2025. Kegiatan ini menjadi tahap awal persiapan latihan bersama bertajuk Sharp Knife Joint Exercise yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Latihan bersama tersebut akan melibatkan sekitar 200 personel dari kedua negara. Fokus latihan meliputi operasi khusus udara, penanggulangan terorisme, evakuasi, serta pencarian dan penyelamatan.
Komandan Batalyon Komando 463 Korpasgat, Letnan Kolonel Pasukan Jemy Pria Utama, memimpin delegasi Indonesia. Sementara itu, delegasi China dipimpin oleh Senior Colonel Liu Jun. Kedua pihak menekankan pentingnya kerja sama bilateral dalam memperkuat kemampuan dan interoperabilitas satuan khusus udara.
“Latihan ini diharapkan dapat memperkuat interoperabilitas kedua angkatan udara dan berkontribusi pada stabilitas keamanan kawasan,” ujar Letkol Pas Jemy Pria Utama, dalam keterangannya, Sabtu (6/9/2025).
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–China di bidang pertahanan. Selain itu, latihan ini mendukung program prioritas TNI AU dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sejalan dengan nilai-nilai TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang dicanangkan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.(red)







Be First to Comment