Suasana pembukaan Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman Pasal Tertentu KUHP yang digelar oleh Mahkamah Agung RI di Kabupaten Bogor, Selasa (24/2/2026).(Foto: Ist)
KAB. BOGOR, NP – Pelaksanaan Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman Pasal Tertentu KUHP bagi Hakim Peradilan Umum, Hakim Ad Hoc Tipikor, Hakim Ad Hoc Perikanan, dan Hakim Mahkamah Syar’iyah Aceh Gelombang I resmi dimulai pada Selasa (24/2/2026).
Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI, Syamsul Arief, menegaskan pentingnya kesamaan pemahaman di kalangan hakim terhadap perubahan hukum acara dan hukum pidana nasional.
“Perlu pemahaman yang komprehensif dan sistematis di antara para hakim terkait perubahan paradigma dalam KUHP baru dan KUHAP baru,” ujarnya dalam laporan yang disampaikan melalui siaran pers, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan akan berlangsung selama dua pekan, mulai Selasa (24/2/2026) hingga Jumat (6/3/2026). Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap pembelajaran dengan metode blended learning, yakni e-learning dan penyampaian materi secara virtual.
“Ke depan, pelatihan ini juga masih akan diselenggarakan dalam beberapa gelombang,” lanjutnya.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Hakim Agung Sutarjo yang mewakili Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial. Kegiatan tersebut diikuti 508 hakim dari lingkungan Peradilan Umum, Ad Hoc Tipikor, Ad Hoc Perikanan, serta Mahkamah Syar’iyah Aceh.
Dalam sambutannya, Sutarjo menekankan bahwa pembaruan KUHP dan KUHAP Nasional membawa perubahan mendasar terhadap peran hakim dalam sistem peradilan.
“Melalui pembaruan KUHP dan KUHAP Nasional, hakim tidak hanya sekadar corong undang-undang, tetapi berperan sebagai penafsir nilai keadilan yang hidup dalam masyarakat,” ujarnya.
Hakim Agung Kamar Pidana tersebut menambahkan, penguatan peran hakim menjadi kunci dalam mengimplementasikan paradigma baru hukum pidana nasional.
“Peran hakim menjadi strategis untuk mewujudkan pembaruan paradigma tersebut,” tegasnya.
Menutup pembukaan, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar materi yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal di satuan kerja masing-masing.
“Semoga manfaat yang diperoleh dapat diimplementasikan di satuan kerja masing-masing,” pungkasnya. (red)







Be First to Comment