Menpora Erick Thohir memberikan penjelasan kepada media mengenai capaian Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025 serta pentingnya menjaga fokus hingga penutupan.(Foto: Ist)
BANGKOK, NP – Tim Indonesia sementara berada di peringkat kedua klasemen SEA Games Thailand 2025 dengan koleksi 52 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta para atlet untuk tetap fokus mengejar medali emas hingga menjelang penutupan SEA Games pada 20 Desember mendatang.
Tuan rumah Thailand masih menempati peringkat teratas dengan raihan 144 medali emas, 88 perak, dan 62 perunggu. Adapun Vietnam berada di posisi ketiga dengan perolehan 40 emas, 47 perak, dan 69 perunggu.
“Jangan melihat peringkat hari ini. Masih ada empat hari ke depan hingga penutupan pada 20 Desember. Potensi emas masih terbuka dan kita harus tetap fokus, konsentrasi, serta tidak lengah sampai akhir. Mari kita jaga fokus dan sebarkan semangat positif ini hingga SEA Games ditutup,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi, Selasa (16/12/2025).
Erick menegaskan bahwa evaluasi prestasi SEA Games harus dilakukan secara objektif, dengan medali emas sebagai indikator utama kekuatan kompetitif. SEA Games merupakan sasaran antara dalam peta jalan pembinaan prestasi olahraga nasional menuju agenda yang lebih besar, seperti Asian Games dan Olimpiade. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memetakan capaian prestasi olahraga Indonesia.
Menpora Erick juga menekankan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) serta cabang olahraga akan mulai menyusun prediksi cabang-cabang yang akan dikirim ke Asian Games 2026 hingga SEA Games 2027. Seluruh proses tersebut akan berbasis pada hasil evaluasi SEA Games kali ini.
“Ini bukan lagi era tebak-tebakan. Ini era sport science dan persiapan. Awal tahun depan, Kemenpora bersama NOC Indonesia dan cabang olahraga akan mendorong prediksi yang jelas dan terukur menuju Asian Games dan SEA Games 2027,” tegasnya.
Senada, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai posisi Indonesia saat ini sebagai modal positif, namun menekankan pentingnya menjaga konsistensi hingga penutupan SEA Games. Ia juga mengapresiasi perhatian besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap atlet Indonesia, salah satunya melalui kebijakan bonus yang dirasakan langsung oleh atlet.
“Per hari ini kita berada di peringkat kedua. Ini tentu membanggakan, tetapi kita tidak boleh terlena. Sumber-sumber medali emas masih ada di cabang-cabang berikutnya dan harus terus kita jaga sampai SEA Games berakhir,” ujar Okto.
“Bonus emas yang meningkat menjadi Rp1 miliar bukan soal pragmatis, tetapi suntikan semangat. Atlet merasakan kehadiran negara. Jika di SEA Games saja perhatiannya sebesar ini, kita bisa membayangkan dukungan ke depan menuju Asian Games dan Olimpiade,” tambahnya.
Sementara itu, Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games 2025 Bayu Priawan Djokosoetono menilai capaian sementara 52 medali emas sebagai cerminan kualitas atlet Indonesia yang semakin matang. Tim CdM terus melakukan pendampingan intensif, baik melalui kunjungan langsung ke venue pertandingan maupun layanan nonteknis seperti Rumah Indonesia yang berfungsi sebagai ruang pemulihan mental dan kebersamaan atlet.
“Ini bukan overoptimistis, tetapi menunjukkan kualitas atlet kita. Dukungan dari Presiden dan Menpora sangat terasa dan menjadi tambahan energi bagi atlet saat bertanding. Kami berharap performa Indonesia terus meningkat hingga hari terakhir,” ujar Bayu.
Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025 mendapatkan dukungan penuh dari official partners BAIC, Aice, Mills, Kings Travel, TikTok, Perumnas, SVRG, dan Untold. Tim Indonesia juga didukung oleh Didit Hediprasetyo Foundation, Sarinah, Indonesia Sport Movement, Bluebird Group, So Klin, Brighton, Grab, Indika Energy, Pelindo, Garuda Indonesia, Pertamina, Magic Power, Me-O, Wardah, Emina, dan Merah Putih Media. (Wahyu Wepe)







Be First to Comment