Last updated on 14/02/2026
JAĶARTA, NP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menerbitkan buku berjudul Jejak Khidmah: Warisan Pengkhidmatan Pengurus Komisi, Badan, dan Lembaga di Lingkungan Majelis Ulama Indonesia Periode 2020–2025. Buku ini ditulis oleh Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Amirsyah Tambunan, sebagai catatan reflektif atas perjalanan pengabdian MUI selama satu periode kepengurusan.
Buku Jejak Khidmah merekam kerja-kerja kelembagaan MUI di tengah situasi yang penuh tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, dinamika sosial-keagamaan nasional, hingga perubahan geopolitik dan isu kemanusiaan global. Melalui buku ini, MUI menghadirkan dokumentasi yang tidak semata bersifat administratif, tetapi juga sarat nilai, refleksi, dan arah perjuangan keumatan.
“Buku ini tidak dimaksudkan sebagai daftar prestasi yang menepuk dada. Ia adalah catatan perjalanan, refleksi kolektif, dan ikhtiar merawat ingatan kelembagaan agar khidmah MUI tidak terputus dari nilai dan spirit pengabdian,” ujar Dr. Amirsyah Tambunan.
Ia menegaskan bahwa selama periode 2020–2025, MUI berupaya menjaga keseimbangan antara keteguhan nilai keislaman dan keluwesan gerak dalam merespons tantangan zaman. Paradigma Islam wasathiyah menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan, program, dan langkah strategis organisasi.
“Khidmah ulama adalah kerja panjang yang menuntut keikhlasan, kesabaran, dan keberanian untuk terus berada di jalan tengah. Dalam situasi apa pun, MUI harus tetap hadir sebagai penjaga nilai, penuntun umat, dan mitra strategis negara,” lanjutnya.
Dalam pengantarnya, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar menilai buku Jejak Khidmah sebagai warisan intelektual dan kelembagaan yang penting. Buku ini merekam bagaimana MUI menjalankan peran sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah) melalui kerja kolektif pengurus komisi, badan, dan lembaga.
Buku ini disusun dalam tiga bagian besar yang mencerminkan pembidangan kerja MUI, meliputi khidmah di bidang fatwa, dakwah, pendidikan, ekonomi umat, industri halal, kesehatan, lingkungan hidup, hubungan internasional, media, hingga perbaikan akhlak bangsa. Seluruhnya menunjukkan bahwa pengabdian MUI dijalankan secara komprehensif, lintas sektor, dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa.
“Legacy terpenting dari periode ini bukan hanya pada program atau kebijakan tertentu, melainkan pada upaya meneguhkan MUI sebagai rumah besar keulamaan yang terpercaya dan berintegritas di tengah dunia yang terus berubah,” kata Dr. Amirsyah.
Spesifikasi Buku
Judul Buku: Jejak Khidmah: Warisan Pengkhidmatan Pengurus Komisi, Badan, dan Lembaga di Lingkungan MUI Periode 2020–2025
Penulis: Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A.
Editor: Arif D Hasibuan
Penerbit: Majelis Ulama Indonesia
Cetakan: Februari 2026
ISBN: 978-979-19509-9-2. (red)







Be First to Comment