Suasana aman dan tertib di Masjid Jami Hidayatullah, tempat singgah pemudik di jalur Pantura.(Foto: Kemenag)
SUBANG, NP – Masjid Jami Hidayatullah di Jalan Pantura Ciwaringin, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu masjid ramah pemudik. Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masjid ini buka 24 jam, menyediakan ruang ibadah, toilet, tempat wudu, dan area istirahat bersih bagi ratusan pemudik yang melintas.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Hidayatullah, Ustaz Abdul Ghofur, mengatakan masjid sengaja dibuka tanpa dikunci agar musafir dan masyarakat umum mudah singgah. “Kami membuka masjid 24 jam agar pemudik tidak kesulitan mencari tempat istirahat. Masjid harus hadir memberi kemudahan, terutama bagi yang menempuh perjalanan jauh,” ujarnya, melansir laman Kemenag, Rabu (31/12/2025).
Masjid menyediakan ruang beristirahat di depan area masjid, berdekatan dengan kantin dan toilet umum. Toilet untuk jemaah dan pemudik terpisah, sehingga aktivitas ibadah tidak terganggu. Pada momen tertentu, seperti Jumat Berkah, pengurus menyiapkan makanan ringan bagi jamaah dan musafir.
Menurut Abdul Ghofur, pembukaan masjid selama Nataru dilandasi kepedulian sosial, meski bukan hari besar Islam. Masjid ini diresmikan pada Ramadan 2024 dan dibangun menggunakan dana pribadi dari Syarif Hidayat.
Pengurus DKM bidang keamanan, Soma, menjelaskan pengamanan dilakukan secara bergilir, dibantu Penyuluh Agama Islam setempat, serta dilengkapi CCTV. “Petugas selalu ada untuk memastikan masjid aman, bersih, dan tertib, serta membantu pemudik yang membutuhkan informasi atau bantuan ringan,” ujarnya.
Selama libur akhir tahun, ratusan pemudik dari berbagai daerah singgah di masjid. Keberadaan masjid yang terbuka tidak menimbulkan kendala karena didukung kesadaran jamaah dan warga sekitar.
Kasubdit Kemasjidan, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Nurul Badruttamam, menegaskan program Masjid Ramah Pemudik sejalan dengan kebijakan Kemenag. Pada libur Nataru 2025–2026, sebanyak 6.919 masjid ramah pemudik disiapkan di berbagai daerah untuk mendukung keselamatan perjalanan masyarakat. “Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat dinilai penting dalam mendukung keselamatan pemudik selama masa libur panjang,” pungkasnya. (red)







Be First to Comment