Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M. (ketiga dari kiri), bersama delegasi Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Singapura usai MSS-ENC Steering Committee Meeting ke-17 di Jepang. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., menghadiri Malacca and Singapore Straits Electronic Navigational Charts (MSS-ENC) Steering Committee Meeting ke-17 yang digelar di Japan Hydrographic Agency (JHA) Office, Shinagawa, Jepang, Jumat (6/2/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri delegasi dari empat negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Singapura. Delegasi Indonesia diwakili oleh Pushidrosal yang dipimpin langsung oleh Danpushidrosal, didampingi Astekhid Danpushidrosal, Kadispeta Pushidrosal, serta Kadiskersam Pushidrosal. Kehadiran delegasi Indonesia menegaskan komitmen aktif Pushidrosal dalam mendukung kerja sama hidrografi regional, khususnya di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Kegiatan diawali dengan opening remark oleh Chief Hydrographer Malaysia, Rear Admiral Dr. Najhan bin Md Said selaku Koordinator MSS-ENC. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara. “MSS-ENC merupakan wujud nyata kerja sama regional dalam menyediakan data navigasi yang aman, akurat, dan mutakhir guna menjamin keselamatan pelayaran internasional,” ujarnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan welcoming address dari Presiden JHA, Dr. Masayuki Fujita, yang menyampaikan apresiasi atas peran aktif negara anggota. “Kami menyambut baik komitmen seluruh delegasi dalam memperkuat pengelolaan data hidrografi regional yang selaras dengan standar internasional,” katanya.
Forum Steering Committee membahas berbagai agenda strategis, antara lain laporan Intersessional Activities on MSS-ENC yang mencakup pembaruan Cell MSS-ENC hingga Februari 2025, serta rangkaian kegiatan MSS-ENC sepanjang tahun 2025. Selain itu, dipaparkan pula laporan penjualan MSS-ENC tahun 2025, progres bergabungnya MSS-ENC ke dalam IC-ENC, serta kontribusi MSS-ENC terhadap program global Seabed 2030.
Indonesia, selaku Koordinator MSS-ENC S-100 Technical Working Group (TWG), menyampaikan paparan terkait kesiapan implementasi standar S-100. Dalam kesempatan tersebut, Danpushidrosal menegaskan kesiapan Indonesia. “Pushidrosal terus mendorong kesiapan S-100 Readiness melalui peningkatan kapasitas teknis, penguatan data, serta perluasan pemanfaatan MSS-ENC guna mendukung keselamatan pelayaran dan interoperabilitas data hidrografi,” ujar Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto.
Dalam masa transisi, disepakati bahwa Koordinator TWG tetap menjadi penanggung jawab pengembangan S-101 dan terpisah dari Koordinator S-57 hingga S-101 dipublikasikan secara resmi sebagai tindak lanjut agenda handing over. Steering Committee juga menyepakati pelaksanaan technical visit Koordinator S-57 yang akan dilaksanakan secara back-to-back meeting dengan kegiatan technical workshop di Malaysia pada Juni 2026. Selain itu, forum menyetujui proses serah terima Koordinator MSS-ENC dari Malaysia kepada Singapura.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarnegara anggota MSS-ENC serta mendukung keselamatan pelayaran dan pengelolaan data hidrografi regional secara berkelanjutan. (red)







Be First to Comment