Single terbaru Padi Reborn — “Ego”. (Foto: dok. padi reborn)
JAKARTA, NP — Grup musik Padi Reborn kembali menorehkan karya bermakna di usia ke-28 tahun lewat single teranyar berjudul “Ego”, sebuah lagu yang tidak sekadar berbicara tentang cinta, tetapi juga pergulatan batin manusia antara perasaan dan harga diri.
Lagu ini, yang diciptakan oleh Piyu, menjadi refleksi pribadi sang gitaris atas dinamika hubungan yang kerap kandas oleh kesombongan dua hati. “Terkadang yang harus dikalahkan bukan pasangan kita, melainkan ego dalam diri sendiri,” ujar Piyu dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
Dengan lirik sederhana namun sarat makna, Ego mengajak pendengar untuk menelusuri sisi terdalam cinta yang sejati — cinta yang bertahan karena kerendahan hati, bukan kebanggaan diri. Pesan ini menjadikan lagu tersebut terasa universal dan dekat dengan realitas emosional banyak orang.
Bagi Fadly, sang vokalis, membawakan Ego menjadi tantangan tersendiri. “Menyanyikan lagu ini tidak mudah. Setiap baitnya terasa seperti bercermin pada diri sendiri,” tuturnya. Ia menilai pesan lagu ini sejalan dengan nilai-nilai spiritual yang senantiasa ia pegang dalam perjalanan hidup dan bermusik.
Yoyo, sang drummer, menambahkan bahwa di balik aransemen lembut dan megah, Ego menyimpan filosofi mendalam tentang arti mengalah dalam cinta. “Kami ingin setiap pendengar bisa menemukan dirinya lewat lagu ini,” ujarnya.
Secara musikal, Ego dikemas dengan gaya pop-rock khas Padi Reborn yang berpadu dengan orkestra megah dari Budapest Scoring Orchestra, menghadirkan nuansa dramatik sekaligus melankolis. Perpaduan ini menjadikan lagu tersebut terasa seperti surat cinta terbuka bagi siapa pun yang pernah tersakiti.
Lagu Ego juga menjadi pembuka menuju album ke-8 bertajuk “Dua Delapan”, yang rencananya akan dirilis bersamaan dengan konser besar Padi Reborn pada Januari 2026. Melalui karya ini, band asal Surabaya itu ingin menegaskan bahwa jatuh cinta dan patah hati merupakan dua sisi dari perjalanan spiritual yang sama.
“Ego bukan sekadar lagu, tetapi cermin bagi siapa pun yang pernah gagal mencintai, namun tidak berhenti mencoba,” tutup Piyu penuh makna. (Wahyu Wepe)







Be First to Comment