Direktur Senior RSSN, Prof. Satyanegara, memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-34 Rumah Sakit Satya Negara. (Ist)
JAKARTA, NP — Tiga puluh empat tahun bukan sekadar angka bagi Rumah Sakit Satya Negara (RSSN), Sunter, Jakarta Utara. Perjalanan panjang lembaga kesehatan ini dirayakan dengan sederhana namun penuh makna, Rabu (3/9/2025), sebagai bentuk syukur atas keberhasilan melewati masa-masa krisis, terutama saat pandemi Covid-19 melanda lima tahun lalu.
Di ruang serbaguna yang berdekatan dengan gedung utama, jajaran direksi, pemegang saham, tenaga medis, serta staf kesehatan hadir dalam suasana akrab. Pemotongan tumpeng dan pertunjukan seni dari para tenaga kesehatan menjadi bagian dari perayaan.
“Di masa pandemi, ratusan dokter di seluruh Indonesia terpapar Covid-19. Di RSSN, kami juga kehilangan. Tapi kami bertahan. Bisa kembali beraktivitas dan melayani pasien adalah anugerah,” ujar Direktur Senior RSSN, Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS, dalam sambutannya.

Menurut Satyanegara, pandemi membawa banyak perubahan, termasuk dalam kebiasaan hidup dan cara bekerja. Ia mengaku sempat mengalami depresi akibat pembatasan sosial yang ketat. “Saya terbiasa bekerja dari pagi hingga dini hari. Tiba-tiba harus di rumah terus, hanya bisa memberi konsultasi lewat Zoom. Itu mengubah semuanya,” katanya.
Prof. Satyanegara adalah pendiri RSSN, yang awalnya bernama Rumah Sakit Sunter Agung dan berdiri pada 1991. Rumah sakit ini kemudian bertransformasi pada tahun 2004 menjadi pusat unggulan bedah saraf di Indonesia.
Ia juga mengenang masa-masa berat saat RSSN berada di puncak pandemi. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama saat itu, dr. Imansyah, Sp.PD, seluruh ruang rawat inap penuh. “Tempat tidur tidak cukup, sampai kami pinjam velbed untuk pasien,” kenangnya.

Sejak 2023, RSSN mulai memasukkan aspek preventif ke dalam rangkaian perayaan hari jadinya. “Upaya pencegahan harus terus didorong. Itu bagian dari pelajaran penting dari pandemi,” tambah Satyanegara.
Direktur Utama RSSN saat ini, dr. Ocky Melati Indah Sari, M.P.H., mengatakan bahwa usia 34 adalah simbol ketahanan dan komitmen. “Ini bukan sekadar ulang tahun. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap kerja keras seluruh unsur rumah sakit, dari tenaga medis, staf, hingga pemegang saham,” kata Ocky.
Perjalanan RSSN selama tiga dekade lebih menandai dedikasi yang tak surut dalam memberikan layanan kesehatan. Dari masa krisis hingga masa pemulihan, RSSN tetap berupaya hadir sebagai institusi pelayanan kesehatan yang adaptif, humanis, dan unggul di bidangnya.(Liu)







Be First to Comment