JAKARTA, NP- Hasil data surveilans yang dilakukan dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kasus Infeksi saluran pernapasan akut atau (ISPA) yang dilaporkan di puskesmas maupun di RS Jabodetabek mencapai rata-rata 200 ribu kasus per bulan.
Merespon persoalan itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama kementerian/lembaga lainnya untuk fokus mengupayakan pada kegiatan penanganan pengendalian polusi udara.
“Dan secara tegas menyusun serta memberlakukan kebijakan pengendalian pencemaran yang berbasis pada kesehatan masyarakat. Sehingga dengan langkah serta kebijakan yang tepat diharapkan dapat meminimalisir hingga menekan jumlah kasus ISPA,” pinta Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (30/8/2024).
Bamsoet juga meminta Kemenkes memperhatikan Bed Occupancy Rate (BOR) untuk pasien ISPA di setiap fasilitas kesehatan utamanya di wilayah Jabodetabek, juga mengoptimalkan deteksi dini hingga penanganan serta perawatan pada pasien yang terkena penyakit ISPA.
Selain itu, pemerintah diminta mengoptimalkan fungsi Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara yang dibentuk Kemenkes tersebut, utamanya dalam melakukan surveilans secara berkala setiap pekan untuk memonitor laju kasus ISPA dan pneumonia di puskesmas dan rumah sakit, berikut dengan penerapan sistem kewaspadaan dini dan respons.
Ia juga meminta Kemenkes bersama Dinas Kesehatan untuk terus menggencarkan kampanye protokol kesehatan 6M+1S sesuai anjuran Kemenkes, disamping meminta masyarakat agar secara rutin mengecek SATUSEHAT yang berfungsi sebagai sistem peringatan polusi udara.
“Mengingat dengan rutin mengupdate aplikasi tersebut, masyarakat bisa mendapatkan rekomendasi apa yang perlu dilakukan jika polusi sedang tinggi atau berada di kualitas udara tidak sehat,” tegas Bamsoet.(dito)







Be First to Comment