Suasana pertemuan antara jajaran Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Jakarta, Jumat (12/9/2025).(Ist)
JAKARTA, NP — Kementerian Pertanian mendorong penguatan produksi susu segar nasional melalui pengembangan investasi sektor peternakan, khususnya di luar Pulau Jawa. Salah satu inisiatif terbaru ialah rencana investasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sapi perah.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (12/9/2025). Pertemuan membahas peluang investasi strategis subsektor peternakan, khususnya pengembangan sapi perah skala besar.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa potensi lahan di Poso sangat mendukung untuk pengembangan sapi perah dalam skala industri.
“Apabila terealisasi, investasi ini diperkirakan mampu menghadirkan hingga 240.000 ekor sapi perah. Ini dapat memenuhi hampir 50 persen kebutuhan susu segar nasional,” ujar Agung.
Menurut dia, proyek ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku susu. Selain itu, pengembangan peternakan sapi perah di Sulawesi Tengah diharapkan memperkuat pasokan susu untuk kawasan Indonesia Timur serta pasar domestik secara umum.
Namun, Agung menekankan bahwa realisasi investasi membutuhkan kesiapan infrastruktur dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut meliputi akses jalan, jaringan listrik, penyediaan air bersih, serta layanan komunikasi.
“Kontribusi pemerintah daerah sangat penting. Investasi sebesar ini perlu dukungan penuh, tidak hanya dari kebijakan pusat, tetapi juga dari kesiapan sarana pendukung di daerah,” katanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, menyambut baik peluang investasi tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk mendukung percepatan pembangunan sektor peternakan.
“Lahan di Sulawesi Tengah masih sangat luas dan potensial. Kami berharap proses koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat dapat dipercepat, terutama menyangkut kebutuhan infrastruktur yang perlu masuk dalam rencana pembangunan daerah mulai 2026,” ujar Novalina.
Selain mendorong realisasi investasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berharap daerahnya dapat menjadi prioritas pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pertanian. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra swasta dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis menuju visi Indonesia Emas 2045, dengan memperkuat sektor peternakan sebagai penopang utama kemandirian pangan nasional.(red)







Be First to Comment