Delegasi Anhui Africa-Asia Exhibition Co., Ltd menggelar pertemuan dengan empat pengurus Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia di sekretariat GAPMMI kawasan Pasar Minggu, Jakarta. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Delegasi Anhui Africa-Asia Exhibition Co., Ltd menggelar pertemuan dengan pengurus Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) di Sekretariat GAPMMI, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, selama sekitar 1,5 jam.
Delegasi Anhui yang berjumlah sembilan orang tersebut merupakan produsen berbagai produk makanan, seperti peanut crisp (cemilan mirip teng-teng kacang tanah), beef soup, dan dry noodle. Sementara dari pihak GAPMMI hadir Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM Irwan Widjaja, Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri Handito Joewono, Bobby Kusumo, serta Alberto Hans.
Salah satu produk yang dinilai memiliki prospek besar di pasar Indonesia adalah mi atau noodle. Pihak Anhui mengaku ingin memperdalam pemahaman mengenai tingkat konsumsi mi di Indonesia sebelum melakukan ekspansi lebih jauh.
Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri GAPMMI Handito Joewono mengatakan konsumsi mi di Indonesia terus meningkat dan pasar masih terbuka luas untuk berbagai varian produk.
“Ada dua macam mi yang berkembang di Indonesia, yakni mi lokal yang sudah sesuai dengan lidah konsumen Indonesia dan mi dengan cita rasa internasional. Prospek pasar untuk kedua jenis mi tersebut masih terbuka lebar,” kata Handito kepada redaksi di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Produsen noodle asal Anhui, Wang Houjun, mengatakan sejarah mi di China telah berlangsung ribuan tahun sehingga pihaknya optimistis produk tersebut juga memiliki peluang besar di pasar internasional, termasuk Indonesia.
Namun demikian, menurut Wang, selera konsumen Indonesia perlu dipelajari lebih mendalam karena karakter rasa di setiap negara berbeda.

“Kalau rasa dan selera makan mi konsumen di China belum tentu sama dengan selera konsumen di Indonesia, sehingga kami perlu mengetahuinya lebih jauh,” ujar Wang Houjun.
Ia menjelaskan, perusahaan memproduksi mi kering maupun mi kuah. Bahkan, jika prospek pasar Indonesia dinilai menjanjikan, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan sistem Original Equipment Manufacturer (OEM), yakni produksi yang menggunakan merek perusahaan pemesan.
“Kami bisa menerima permintaan dengan sistem OEM untuk kerja sama pemasaran mi di Indonesia,” kata Wang.
Sementara itu, produsen peanut crisp, Yin Wanhong, mengatakan bahan baku utama produk tersebut berasal dari kacang tanah yang pasokannya tersedia di China. Ke depan, perusahaan juga akan mengembangkan varian berbahan cokelat, gandum, dan beras.
Menurut Yin, produk cemilan yang lebih crispy dengan pilihan rasa manis maupun tawar dapat disesuaikan dengan preferensi konsumen di masing-masing negara.
“Kalau di China, pada umumnya konsumen lebih menyukai rasa yang tidak terlalu manis. Kami mengikuti pameran di More Food di JIExpo pada 7–10 Mei dan membagikan tester kepada pengunjung sekaligus melakukan survei mengenai selera konsumen Indonesia,” kata Yin Wanhong.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Anhui juga menanyakan mengenai registrasi dan sertifikasi halal seiring pemberlakuan wajib halal di Indonesia mulai Oktober 2026.
Menanggapi hal tersebut, Irwan Widjaja menjelaskan bahwa GAPMMI memiliki program pendampingan bagi pelaku usaha untuk proses registrasi sertifikat halal.
“Seluruh produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan barang gunaan yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal mulai Oktober 2026. Namun eksportir Anhui dapat melalui Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) di China untuk pemeriksaan awal,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, China menjadi negara pertama yang diundang dalam forum Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia karena memiliki jumlah LHLN terbanyak serta volume perdagangan produk yang signifikan dengan Indonesia.
Selain itu, China juga dinilai sebagai salah satu pelopor industri halal dunia dengan pertumbuhan produksi halal yang terus meningkat hingga 2026.
“Sebelum ke BPJPH, pemeriksaan dapat dilakukan di beberapa kota di China melalui LHLN,” kata Irwan. (Liu)







Be First to Comment