Press "Enter" to skip to content

34 Masjid di Tiga Provinsi Terima Bantuan Rp5,1 Miliar dari Kemenag dan BAZNAS

Social Media Share

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, saat membuka Bimtek Pendamping BMM–MADADA di Semarang, Sabtu (27/9/2025).(Ist)

SEMARANG, NP– Sebanyak 34 masjid di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta menerima stimulus bantuan dana sebesar Rp5,1 miliar melalui program kolaborasi Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Sabtu (27/9/2025). Masing-masing masjid menerima Rp150 juta melalui skema Baznas Microfinance Masjid – Masjid Berdaya Berdampak (BMM–MADADA).

Bantuan diberikan kepada 17 masjid di Jawa Tengah, 11 masjid di Jawa Timur, dan 6 masjid di DIY. Program ini bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyatakan bahwa dana tersebut bukan sekadar bantuan, tetapi modal awal untuk mendorong masjid menjalankan usaha produktif sesuai potensi jemaah dan lingkungan.

“Dana ini diharapkan memicu lahirnya koperasi syariah, pelatihan keterampilan, atau unit usaha kecil di lingkungan masjid,” ujarnya dikutip laman resmi Kemenag, Senin, (29/9/2025).

Hal itu disampaikan dia saat kegiatan Bimbingan Teknis Pendamping BMM–MADADA di Semarang.

Ia menegaskan, pemanfaatan dana akan dipantau melalui mekanisme pendampingan dari Kemenag dan BAZNAS agar tepat sasaran dan dapat direplikasi di masjid lain. Menurut Arsad, masjid yang berdaya memiliki kapasitas bertindak, sedangkan masjid berdampak membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menambahkan bahwa menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan adalah bagian dari dakwah bil hal dalam ekonomi syariah. Menurutnya, banyak persoalan ekonomi umat yang dapat diatasi jika fungsi masjid dioptimalkan.

Program BMM pertama kali diluncurkan pada Ramadan 1443 H dengan melibatkan 17 masjid di Jabodetabek, dan kini telah berkembang menjadi 158 unit di seluruh Indonesia. Arah pengembangannya diarahkan pada pembentukan koperasi syariah berbasis masjid.

“Melalui kolaborasi BMM–MADADA, masjid diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi umat yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.(red)

 

 

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *