Press "Enter" to skip to content

Peluang Ekonomi Kreatif dari Pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT)

Social Media Share

KKP mengakomodasi rencana jasa tour leader Indonesia dan biro-biro perjalanan menggelar kegiatan tour di Marine Heritage Gallery (MHG) BMKT (Benda Muatan Kapal Tenggelam).(Ist)

 

JAKARTA, NP – Direktorat Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengakomodasi rencana jasa tour leader Indonesia dan biro-biro perjalanan menggelar kegiatan tour di Marine Heritage Gallery (MHG) BMKT (Benda Muatan Kapal Tenggelam) yang ada di Gedung Mina Bahari 4 Lantai 2 KKP di Jakarta Pusat. Gallery tour ini mengombinasi sektor pendidikan, ekonomi kreatif dan wisata yang diharapkan dapat mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bidang pengelolaan kelautan dan ruang laut.

“Staf MHG sudah mengikut beberapa kali pelatihan kompetensi baik sebagai kurator, educator atau humas pemasaran dan berpengalaman memandu tamu resmi kementerian dan wisatawan yang berkunjung ke MHG,”kata Direktur Jasa Kelautan, Dr. Miftahul Huda kepada redaksi di Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Selama ini, MHG, yang menyimpan berbagai koleksi berbagai muatan kapal karam yang ditemukan di perairan Indonesia dari berbagai dinasti China dari abad yang berbeda, tidak hanya menjadi tempat kegiatan edukasi bagi siswa SD hingga universitas akan tetapi juga menjadi lokasi kunjungan bagi peminat khusus BMKT seperti turis, peneliti, pecinta seni, professional, pemerhati Indonesia dalam dan luar negeri untuk mendalami salah satu kekayaan bawah laut nusantara ini.

Beberapa waktu yang lalu, MHG kedatangan representative Yayasan Cheng Ho asal Malaka bermaksud untuk meminjam koleksi BMKT untuk dipamerkan di beberapa kota di Tiongkok seperti Hongkong, Shanghai dll. KKP memberi usulan agar pameran digelar di Jakarta sehingga turis-turis asing terutama dari Hongkong, China, bahkan Taiwan bisa berdatangan ke Indonesia.

“KKP berharap sumber daya kelautan memberi direct benefit, sumber penerimaan bagi negara dan masyarakat. Representative tersebut juga sedang penjajakan kerjasama twin city dengan pemerintah kota Cirebon dan Kota Changsha. Nantinya, (twin city, BMKT) bisa sejalan dengan program jalur sutra modern atau Belt and Road Initiative (BRI) pemerintah China dan jalur rempah Indonesia atau Nusantara Spice Road (NSR) dimana Indonesia dulunya merupakan jalur perdagangan maritim yang menghubungkan berbagai negara di dunia,”papar Miftahul Huda.

Pengelolaan BMKT juga dilakukan melalui penetapan Kawasan Konservasi Maritim (KKM) pada kapal-kapal yang mempunyai nilai sejarah tinggi, seperti situs kapal perang HMAS Perth di Perairan Banten. Kapal perang dari Australia ini merupakan kapal yang tenggelam saat pertempuran di Laut Jawa khususnya Selat Sunda saat perang dunia kedua. Penetapan KKM, kedepan diharapkan dapat memberikan multiplier effect ekonomi masyarakat pesisir dari kegiatan wisata bahari atau kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

“Mengangkat story telling pertempuran Laut Jawa (battle of Java Sea) antara armada perang Sekutu dan Jepang atau banyak kapal perang sejarah lainnya menjadi salah satu dari banyak pilihan pengembangan ekonomi yang dapat menjadi destinasi wisata Bahari. Kombinasi antara proses pengangkatan BMKT dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, film dokumenter tersebut dapat ditawarkan ke jaringan TV berlangganan yang memiliki platform hiburan dokumenter yang dapat mengulas sains, penjelajahan, konservasi lingkungan serta keanekaragaman hayati dan sejarah alam Indonesia dan dunia,”tutur dia.

Miftahul Huda menambahkan, salah satu contoh pengembangan wisata kapal tenggelam yang menarik adalah bangkai kapal US Liberty yang menjadi ikon Desa Tulamben (salah satu dari desa yang terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali). Diving spot ini menjadi Lokasi penyelaman terbaik di Bali yang membawa dampak positif bagi perekonomian sekitar. Banyak UMKM yang menjalankan bisnis tour guide, akomodasi, usaha makan minum, serta penyediaan peralatan selam, seperti tabung selam dan lainnya, yang menjadi ladang usaha masyarakat yang dibutuhkan wisatawan.(Liu)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *