“Latihan Olah Yudha bukan sekadar simulasi operasi, melainkan wahana untuk menguji kemampuan berpikir kritis, ketepatan mengambil keputusan, dan kepemimpinan para perwira dalam menghadapi berbagai situasi,” ujar Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo dalam pembekalannya.
Lebih lanjut, Danseskoal menjelaskan bahwa latihan Olah Yudha di lingkungan pendidikan Seskoal mencakup beberapa materi, yakni Operasi Militer Perang, Operasi Militer Selain Perang, Penyusunan Naskah Latihan, Perencanaan Strategi Militer, serta Keamanan Laut. Kelima materi tersebut merupakan rangkaian yang saling berkaitan dalam membentuk kemampuan analisis, perencanaan, dan kepemimpinan para perwira.
Menurutnya, melalui rangkaian latihan tersebut, para Pasis diharapkan mampu memahami dinamika operasi, mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Di akhir pembekalannya, Danseskoal menekankan pentingnya melahirkan perwira yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang dalam pertimbangan, tegas dalam bertindak, serta memiliki integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Pemimpin yang baik bukan hanya mampu memberikan perintah, tetapi juga mampu memahami situasi, memilih dengan tepat, dan bertanggung jawab atas keputusannya,” tegasnya.
Ia berharap, melalui latihan Olah Yudha, para Pasis Seskoal dapat meningkatkan profesionalisme, memperkuat karakter kepemimpinan, serta senantiasa menjaga kehormatan profesi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. (red)







Be First to Comment