Diplomasi maritim bukan sekadar hadir di laut, tetapi menghadirkan manfaat dan persahabatan di darat.(Foto : Ist)
VANUATU, NP – Sebagai bagian dari misi kemanusiaan sekaligus diplomasi maritim Indonesia di kawasan Pasifik dan Oseania, masyarakat Vanuatu antusias memanfaatkan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 di KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991), Sabtu (3/10/2026).
Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran persnya, Minggu (4/10/2026), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian misi Satgas dalam mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Vanuatu melalui kegiatan kemanusiaan, sosial, pendidikan, dan budaya.
Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Dr. Siswo Pramono, didampingi Athan RI untuk Australia dan Vanuatu Laksma TNI Novera Budi L., Distinguished Visitor (DV) Laksma TNI Yusliandi Ginting, serta Komandan KRI WSH-991 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto, meninjau langsung pelaksanaan bakti kesehatan berupa pelayanan kesehatan dan bakti sosial berupa pemberian bantuan material serta sembako kepada masyarakat Vanuatu.
“Bakti kesehatan dan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Indonesia kepada masyarakat Vanuatu sekaligus bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan kedua negara,” demikian disampaikan Dispenal dalam siaran pers tersebut.
Dalam kegiatan itu, Satgas juga menyerahkan Al-Qur’an kepada komunitas Muslim di Vanuatu sebagai wujud kepedulian sekaligus penghormatan terhadap keberagaman masyarakat setempat.
Bakti sosial juga dilaksanakan di Klinik Saint Camile De Lellis, Lini Highway, Anambrou Area, melalui renovasi terbatas serta pemberian alat kesehatan untuk mendukung pelayanan klinik kepada masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Vanuatu,” demikian keterangan Dispenal.
Selain bidang kesehatan dan sosial, Satgas turut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di George Pompidou Area, Opposite Public Works Department. Kegiatan tersebut diisi dengan penampilan budaya Indonesia sekaligus sosialisasi program beasiswa pendidikan bagi masyarakat Vanuatu yang berkesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Program tersebut menjadi sarana untuk memperluas interaksi antarmasyarakat sekaligus memperkuat hubungan kedua negara melalui jalur pendidikan dan kebudayaan. “Pertukaran budaya dan kesempatan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman serta hubungan yang lebih erat antara masyarakat Indonesia dan Vanuatu,” kata Dispenal.
Kehadiran Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 di Vanuatu merupakan wujud diplomasi maritim yang mengedepankan nilai persahabatan, kemanusiaan, pendidikan, budaya, dan saling menghormati.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk menghadirkan TNI Angkatan Laut yang humanis, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama dengan negara-negara sahabat.
“Melalui kegiatan Port Visit 2026, TNI Angkatan Laut tidak hanya menjalankan misi diplomasi maritim, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di negara sahabat,” demikian keterangan Dispenal. (red)







Be First to Comment