Press "Enter" to skip to content

Mendag Budi Santoso Perkuat Kerja Sama Dagang dengan AS, Arab Saudi, dan Rusia

Social Media Share

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat mengikuti pertemuan bilateral dengan mitra dagang Indonesia di sela-sela rangkaian G20 Trade Ministers’ Meeting (TMM) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Rabu (30/9/2026).(Foto: Ist)

MILWAUKEE, NP – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menghadiri sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra dagang Indonesia pada Rabu (30/9) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela hari pertama rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers’ Meeting/TMM).

Pada hari pertama tersebut, Mendag Budi Santoso bertemu dengan Kamar Dagang AS, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara mitra dagang.

“Kami bertemu Kamar Dagang AS, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia. Ketiga negara mitra dagang ini sudah memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Kami harap, pertemuan bilateral kali ini dapat makin memperkuat kerja sama yang menguntungkan antarnegara,” ujar Budi Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (1/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mendag juga mengundang pelaku usaha AS, Arab Saudi, dan Rusia untuk berpartisipasi dalam pameran perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran tersebut akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026.

Tawaran Kerja Sama Sektor Strategis hingga UMKM

Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS, Mendag Budi mengajak dunia usaha AS memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia melalui forum Business 20 (B20). Indonesia, kata dia, membuka peluang kerja sama bisnis dengan dunia usaha AS, mulai dari industri hilir, produksi bernilai tambah, hingga pengembangan pemasok.

Peluang kerja sama juga terbuka di sejumlah sektor strategis, seperti logam tanah jarang (rare earths) dan energi terbarukan. “Kami melihat, masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi,” ujar Mendag.

Mendag Budi juga membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan dunia usaha AS. Ia berharap perjanjian tersebut dapat segera diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh kedua negara.

Sementara itu, Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya peningkatan kerja sama bisnis dengan Indonesia. Ia menyampaikan empat fokus utama B20, yakni mengurangi kebijakan yang menghambat perdagangan, memodernisasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), membebaskan bea perdagangan digital, dan memperkuat investasi lintas batas.

Dunia usaha AS juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan kapasitas serta pembayaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Dorong Percepatan Penyelesaian Indonesia-GCC FTA

Pertemuan bilateral berikutnya dilakukan Mendag Budi dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Kassabi. Dalam pertemuan tersebut, Mendag mendorong percepatan penyelesaian Perundingan Perdagangan Bebas Indonesia dan Dewan Kerja Sama Teluk (Indonesia-GCC FTA).

Mendag juga menegaskan komitmen Indonesia menyelesaikan isu investasi, khususnya terkait jaminan keamanan dan kepastian bagi investor dalam perundingan tersebut. “Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan perundingan Indonesia-GCC FTA, termasuk pembahasan mengenai investasi dan perlindungan investor. Kami berharap dukungan Arab Saudi dapat mendorong penyelesaian perundingan sehingga kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara GCC dapat makin diperkuat,” ujar Mendag.

Perundingan Indonesia-GCC FTA menunjukkan kemajuan setelah putaran keempat yang berlangsung pada 19–22 Januari 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Sebagian besar teks perjanjian telah disepakati. Indonesia terus mendorong penyelesaian pembahasan akses pasar barang dan sejumlah isu yang masih memerlukan kesepakatan agar perundingan dapat dituntaskan pada 2026.

Mendag Budi juga menyampaikan pentingnya mempererat kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di sektor-sektor strategis yang menguntungkan kedua negara, antara lain energi, mineral, pertanian, perikanan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, Mendag mengusulkan kerja sama perdagangan produk pangan sebagai bentuk dukungan langsung terhadap penyediaan pangan berkualitas bagi jemaah haji dan umrah.

Menteri Al-Kassabi menyambut baik komitmen Indonesia untuk mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-GCC FTA. Arab Saudi juga menyampaikan komitmennya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia di sektor-sektor strategis serta mengidentifikasi berbagai sektor yang dapat dikembangkan bersama.

Menteri Al-Kassabi turut mengusulkan pembentukan Indonesia Village atau Kampung Indonesia yang bersifat permanen dalam rangkaian Expo Riyadh 2030.

Dukungan bagi Pemberlakuan Indonesia-EAEU FTA

Pertemuan bilateral selanjutnya dilakukan Mendag Budi dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov. Dalam pertemuan itu, Mendag menyampaikan optimismenya terhadap Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan.

“Kami berdua bertemu untuk menyampaikan dukungan atas berlakunya Indonesia-EAEU FTA tahun depan,” ujar Mendag Budi.

Menteri Reshetnikov menyambut positif rencana pemberlakuan Indonesia-EAEU FTA. Menurut dia, pemanfaatan perjanjian tersebut akan semakin mendorong potensi perdagangan Indonesia dan Rusia, termasuk di sektor farmasi.

Ia juga mendorong kerja sama penerapan Praktik Manufaktur yang Baik (Good Manufacturing Practices/GMP) untuk produk farmasi. Menanggapi hal tersebut, Mendag Budi menyampaikan bahwa dirinya akan berkonsultasi dengan kementerian dan lembaga teknis terkait sektor farmasi di Indonesia.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *