Pengusaha perhotelan Judi Djohari (ketiga dari kiri), Bupati Tangerang, Provinsi Banten, Moch. Maesyal Rasyid (ketiga dari kanan), bersama jajaran manajemen hotel menekan tombol peresmian rebranding Sapphire Sky Hotel Karawaci. (Foto: Ist)
TANGERANG, NP – Bupati Tangerang, Provinsi Banten, Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi pelaku usaha yang pantang mundur, khususnya di sektor kepariwisataan, yang dinilai selama ini efektif memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Apresiasi tersebut disampaikan Maesyal kepada pengusaha swasta nasional Indonesia, Judi Djohari, yang melakukan gebrakan melalui rebranding Sapphire Sky Hotel, sebelumnya bernama Yasmin Hotel Karawaci, yang berlokasi di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
“Upaya Pak Judi Djohari sudah memberi kesempatan, kontribusi kepada pemerintah daerah. Rebranding hotel ini sebuah gebrakan. Karena saya tahu kondisi hotel yang lama dan saya mengikuti perkembangan hotel ini,” kata Maesyal Rasyid saat memberikan sambutan pada acara rebranding Sapphire Sky Hotel di Tangerang, Kamis (1/10/2026).

Menurut Maesyal, perubahan dari hotel lama menjadi Sapphire Sky tidak hanya terlihat dari sisi nama, tetapi juga dari penampilan interior dan eksterior yang dibuat lebih menarik. Ia juga mengapresiasi keputusan manajemen untuk mempertahankan karyawan lama yang sebagian besar merupakan masyarakat Tangerang.
Para karyawan tersebut, kata dia, telah memiliki pengalaman dalam menjalankan operasional hotel, khususnya memberikan pelayanan kepada pengunjung dan tamu sejak masih bekerja di Yasmin Hotel.
“Begitu rebranding, saya yakin karyawan lama dengan semangat baru menjalankan tugasnya. Kalau karyawan lama tidak direkrut, saya khawatir estafet untuk kemajuan hotel akan lamban. Sehingga perlu peningkatan dan percepatan sehingga memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Tangerang,” ujar Maesyal.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Ashok Kumar, turut mengapresiasi kepercayaan diri manajemen Sapphire Sky yang tetap melakukan pengembangan dan rebranding hotel di tengah kondisi iklim usaha yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Ashok, meskipun pandemi Covid-19 telah berlalu, dunia usaha perhotelan masih menghadapi dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, termasuk pengurangan anggaran perjalanan dinas dan belanja modal.

“Walaupun ada pengurangan anggaran, anggota kami tidak putus asa. Kami kena dampak Covid selama dua tahun. Tapi semua pelaku usaha perhotelan tetap percaya diri, the show must go on,” kata Ashok saat memberikan sambutan pada acara rebranding Sapphire Sky Hotel Karawaci.
Ashok mengatakan, PHRI berorientasi pada pembangunan dan peningkatan sektor kepariwisataan sebagai bagian dari upaya ikut melaksanakan pembangunan nasional. Organisasi tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku usaha di bidang akomodasi, hotel, restoran, jasa makanan dan minuman, serta lembaga pendidikan pariwisata.
“Di tengah iklim usaha perhotelan yang tidak baik-baik saja, manajemen Sapphire Sky bisa membangun hotel. Kami harus memberi dukungan. Satu hotel setara dengan 125 komponen biaya, dan ada multiplier effect seperti tukang daging, sayur-sayuran dan lain sebagainya,” ujarnya.

Prospek industri hotel dan restoran pada 2026 masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun, terutama dari sisi permintaan hotel yang berpotensi melemah. PHRI menilai pergeseran alokasi anggaran pemerintah serta ketidakpastian global menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi pelaku usaha sepanjang 2026.
Sektor perhotelan dinilai berpotensi lebih rentan dibandingkan restoran, terutama akibat pengalihan anggaran pemerintah, termasuk belanja perjalanan dinas dan berbagai kegiatan yang selama ini banyak menggunakan fasilitas hotel.
“Sehingga perlu kolaborasi baik internal maupun eksternal PHRI. Misalkan acara nasional, banyak pengurus partai politik akan gelar rapat di hotel di tengah peningkatan eskalasi politik, terutama semakin dekat dengan Pemilu. Jangan lewatkan momentum tersebut, apalagi manajemen Sapphire Sky juga sudah mulai membangun bisnis franchise,” kata Ashok. (Liu)







Be First to Comment