PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun memberikan edukasi keselamatan perkeretaapian kepada siswa MI Al Huda Bogo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Ist)
MADIUN, NP — Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya dibangun melalui teknologi dan sistem pengamanan, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggencarkan edukasi keselamatan kepada generasi muda melalui sosialisasi di MI Al Huda Bogo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (1/8/2026).
Sebanyak 315 siswa dan 10 guru mengikuti kegiatan yang dikemas secara edukatif dan interaktif tersebut. Melalui program ini, KAI mengajak para pelajar memahami bahwa jalur kereta api bukan ruang bermain, melainkan kawasan terbatas yang memiliki risiko tinggi apabila tidak digunakan sesuai aturan.
Materi keselamatan yang diberikan mencakup larangan bermain di sekitar rel, bahaya melempari kereta api, kewajiban mematuhi rambu-rambu, serta disiplin saat melintas di perlintasan sebidang. Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun juga memperkenalkan gerakan “BERTEMAN” atau Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan sebagai langkah sederhana namun penting untuk mencegah kecelakaan.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, pembentukan budaya keselamatan harus dimulai dari lingkungan pendidikan karena anak-anak memiliki peran besar dalam menyebarkan pesan positif kepada keluarga dan masyarakat.
“Anak-anak adalah agen perubahan yang sangat efektif. Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa jalur kereta api bukan tempat bermain, melainkan area steril yang memiliki potensi bahaya tinggi,” ujar Tohari.
Ia menambahkan, pemahaman keselamatan yang diberikan kepada para siswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap para siswa tidak hanya menjaga keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengingatkan teman dan keluarga agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api,” katanya.
Tohari menegaskan, upaya menekan angka kecelakaan di jalur kereta api membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, KAI tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menaati aturan keselamatan.
“Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian masyarakat dan dukungan dunia pendidikan, risiko kecelakaan di perlintasan sebidang maupun sepanjang jalur rel dapat terus ditekan,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi keselamatan, KAI Daop 7 Madiun juga menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa paket peralatan ibadah kepada MI Al Huda Bogo. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung fasilitas pendidikan sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan edukasi keselamatan dan program kepedulian sosial tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap generasi muda dapat menjadi pelopor budaya tertib, disiplin, dan peduli keselamatan demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat. (red)







Be First to Comment