Press "Enter" to skip to content

KADIN Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertanian dengan Hubei Business Council China

Social Media Share

Devi Erna Rachmawati (ketiga dari kiri), Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pertanian, menerima kunjungan delegasi CCPIT Hubei Sub-Council China di Gedung Menara KADIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna mendukung ketahanan pangan nasional, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor pertanian berkelanjutan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan penjajakan kerja sama dengan Hubei Business Council, China.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu dipimpin oleh Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pertanian, Devi Erna Rachmawati, SE., MBA., Ph.D. Selain mengemban posisi tersebut, Devi juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan NEXTANI Indonesia serta President Indonesia Eurasia International Council (IEIC).

Delegasi Tiongkok dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Mr. Shi Minghui, Vice President of CCPIT Hubei Sub-Council, yang mewakili Hubei Business Council untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Indonesia.

Devi Erna Rachmawati (kanan), Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pertanian, berjabat tangan dengan Deputy President CCPIT Hubei Sub-Council China usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). (Foto: Ist)

Sejumlah potensi kerja sama menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut, mulai dari peningkatan perdagangan produk pertanian, investasi agribisnis, transfer teknologi pertanian modern, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, riset dan inovasi, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan pertukaran keahlian.

Devi Erna Rachmawati mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Provinsi Hubei memiliki peluang besar dalam mendorong transformasi sektor pertanian nasional agar semakin modern, produktif, dan memiliki daya saing global.

“KADIN Indonesia berkomitmen membangun kemitraan internasional yang memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan industri pertanian nasional. Kolaborasi dengan Hubei Business Council diharapkan dapat membuka peluang investasi, transfer teknologi, serta memperluas akses pasar bagi produk pertanian Indonesia,” ujar Devi dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Devi, penguatan kerja sama internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan, terutama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pangan nasional.

Pertemuan KADIN Indonesia dan CCPIT Hubei Sub-Council di Gedung Menara KADIN, Kuningan, Jakarta Selatan, membahas prospek kerja sama di berbagai bidang, khususnya investasi sektor pertanian. (Foto: Ist)

Sementara itu, Mr. Shi Minghui menyampaikan apresiasi atas sambutan KADIN Indonesia. Ia menyatakan kesiapan Hubei Business Council untuk mengembangkan kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Hubei memiliki pengalaman yang kuat dalam pengembangan teknologi pertanian, industri pangan, logistik, dan perdagangan internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam membangun kolaborasi yang lebih erat dengan Indonesia,” ujar Shi Minghui.

Melalui penjajakan kerja sama ini, KADIN Indonesia dan Hubei Business Council sepakat untuk melanjutkan pembahasan menuju kerja sama yang lebih konkret, termasuk penyusunan program bersama, misi dagang, business matching, investasi, serta kolaborasi riset dan inovasi pertanian.

Devi Erna Rachmawati (tengah) didampingi jajaran pengurus Indonesian Eurasia International Council (IEIC) saat menerima kunjungan delegasi CCPIT Hubei Sub-Council di Gedung Menara KADIN, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ist)

Di bawah kepemimpinan Devi Erna Rachmawati sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pertanian, kerja sama strategis tersebut diarahkan pada lima program utama, yakni peningkatan produktivitas padi melalui teknologi pertanian presisi; investasi industri pupuk hayati, biostimulan, dan pestisida ramah lingkungan; pengembangan kawasan hilirisasi hasil pertanian dan industri pangan; pembangunan pusat inovasi pertanian atau Agricultural Innovation Center Indonesia–Hubei; serta pembukaan akses ekspor produk pertanian Indonesia ke pasar Tiongkok melalui jaringan perdagangan Hubei.

Kelima program tersebut dinilai sejalan dengan agenda ketahanan pangan Indonesia sekaligus memanfaatkan keunggulan Hubei dalam bidang riset, manufaktur mesin pertanian, teknologi digital, dan industri pengolahan pangan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen KADIN Indonesia dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok sekaligus mendorong pembangunan sektor pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. (Liu)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *