Press "Enter" to skip to content

Danseskoal Bekali Pasis Dikreg Angkatan ke-65 Hadapi Tantangan Strategis Masa Depan

Social Media Share

Danseskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo memberikan pembekalan akhir kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 di Gedung Samadikun Seskoal, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026). (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo memberikan pembekalan akhir kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026 di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Dikreg Seskoal merupakan jenjang pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Laut yang dirancang untuk mendidik dan memantapkan para Perwira Menengah (Pamen) TNI AL terpilih agar memiliki kemampuan staf dan komando yang mumpuni. Lulusan program ini berhak menyandang gelar Magister Terapan Operasi Laut (M.Tr.Opsla) sebagai bagian dari upaya TNI Angkatan Laut menyelaraskan pendidikan militer dengan standar akademik nasional vokasi setingkat magister (S2).

Dalam pembekalannya, Danseskoal menyampaikan bahwa para Pasis Dikreg Seskoal telah menjalani proses pendidikan yang intensif di kawah candradimuka Seskoal. Menurutnya, momen tersebut menjadi saat refleksi sekaligus persiapan terakhir sebelum para peserta didik kembali ke satuan masing-masing atau menempati jabatan baru yang telah menanti.

“Hari ini adalah momen refleksi sekaligus persiapan terakhir sebelum Pasis Dikreg Seskoal melangkah keluar dari gerbang Seskoal untuk kembali ke kesatuan masing-masing atau menempati jabatan baru yang telah menanti,” ujar Ariantyo.

Ia menegaskan, Seskoal sebagai Centre of Excellence tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga wahana untuk mengasah pola pikir, pola sikap, dan pola tindak para perwira sebagai calon pemimpin strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut, TNI, maupun instansi pertahanan lainnya.

Lebih lanjut, Ariantyo mengingatkan bahwa dinamika lingkungan strategis global menuntut para perwira untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, perkembangan teknologi militer, ancaman perang siber, hingga meningkatnya ketegangan di kawasan Indo-Pasifik mengharuskan para lulusan Seskoal memiliki kemampuan yang lebih komprehensif.

“Perkembangan teknologi militer, perang siber, hingga ketegangan di kawasan Indo-Pasifik menuntut Pasis Dikreg Seskoal untuk tidak hanya menjadi perwira yang cakap secara teknis, tetapi juga cerdas secara intelektual dan memiliki visi jauh ke depan,” tegasnya. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *