Press "Enter" to skip to content

Pasis Dikreg Seskoal Perkuat Wawasan Strategi Maritim Lewat Kuliah Umum Pakar Internasional

Social Media Share

Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 mengikuti kuliah umum bertema Maritime Strategic Studies yang menghadirkan pakar dari University of Wollongong melalui video conference, Selasa (2/6/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026 mengikuti kuliah umum pakar dari University of Wollongong melalui video conference (Vicon), Selasa (2/6/2026).

Kuliah umum bertema “Maritime Strategic Studies” tersebut menghadirkan Prof. Rob McLaughlin, Prof. Dave Letts, dan Dr. Leo Bernard. Kegiatan berlangsung di Kelas A Gedung R.E. Martadinata Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan strategis para Pasis Dikreg Seskoal di tengah dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan Indo-Pasifik yang berkembang sangat cepat. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berada pada posisi silang maritim yang strategis sehingga membutuhkan sumber daya manusia pertahanan yang memiliki pemahaman komprehensif mengenai strategi maritim.

Di tempat terpisah, Komandan Seskoal, Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo, menegaskan bahwa penguasaan studi strategi maritim menjadi kebutuhan mendasar bagi para calon pemimpin TNI Angkatan Laut dan TNI di masa depan.

“Penguasaan terhadap studi strategi maritim bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap Pasis Dikreg Seskoal. Kita perlu memperluas cakrawala berpikir, melampaui batas-batas operasional taktis menuju pemahaman strategis yang komprehensif,” ujar Ariantyo.

Menurutnya, strategi maritim tidak hanya berkaitan dengan aspek pertempuran di laut, tetapi juga mencakup keterkaitan antara kekuatan militer, diplomasi, ekonomi, dan hukum internasional di ruang maritim.

“Strategi maritim bukan hanya soal pertempuran di laut, tetapi mencakup keterkaitan antara kekuatan militer, diplomasi, ekonomi, dan hukum internasional di ruang laut,” katanya. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *