Press "Enter" to skip to content

MUNAS I HIMNI Rumuskan Arah Strategis Pengembangan Nuklir 2026–2031

Social Media Share

Dari kiri ke kanan: Agus Puji Prasetyono (eks DEN 2021–2025), Prof. Dr. Susilo Widodo (Ketum HIMNI), dan Yusi Eko Yulianto (Ketua Panitia HUT ke-31 HIMNI). (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun HIMNI sekaligus Musyawarah Nasional (MUNAS) I pada Sabtu, 25 April 2026, di Jakarta. Mengusung tema “Menyongsong Era Nuklir Indonesia Bersama HIMNI yang Modern”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi dan penguatan peran strategis HIMNI di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.

“Momentum HUT dan MUNAS I ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi tonggak penting bagi HIMNI untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempertegas arah kebijakan, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia,” ujar Ketua Umum HIMNI, Prof. Dr. Susilo Widodo dalam keterangan pers, Sabtu (25/4/2026).

Didirikan pada 20 April 1995, HIMNI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan dan pemasyarakatan teknologi nuklir di Indonesia. Penyelenggaraan MUNAS I menandai babak baru dalam konsolidasi organisasi, sekaligus mempertegas komitmen HIMNI untuk tumbuh sebagai organisasi yang semakin tertib, demokratis, modern, dan akuntabel.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Nasional yang menghadirkan para pakar dan praktisi ketenaganukliran, yaitu Dr. Ir. Khoirul Huda, M.Eng., IPU. selaku Ketua Badan Kejuruan Teknik Nuklir Persatuan Insinyur Indonesia (BKTN-PII); Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik Permana, S.Si., M.Eng., IPU., Guru Besar Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Geofisika FMIPA ITB; serta Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Former Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2021–2025 sekaligus Chairman Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development, PLN Institute of Technology.

Pada kesempatan tersebut, HIMNI juga memberikan Penghargaan HIMNI kepada Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., sebagai individu yang dinilai aktif memberikan kontribusi signifikan dalam hilirisasi serta perencanaan program iptek nuklir di bidang energi, khususnya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), serta dukungannya terhadap kemajuan HIMNI.

Sebagai forum tertinggi organisasi, MUNAS I HIMNI membahas dan menetapkan agenda strategis, antara lain menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat, menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mengesahkan Garis-Garis Besar Program Kerja HIMNI 2026–2031, serta memilih Ketua Umum HIMNI periode 2026–2031. Agenda tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan kelembagaan HIMNI ke depan.

Pelaksanaan MUNAS I memiliki makna khusus karena menjadi titik penting dalam penataan dan pembaruan organisasi. Melalui forum ini, HIMNI menegaskan tekad untuk memperkuat tata kelola internal, memperjelas arah program, serta memperluas kontribusi organisasi dalam menjawab tantangan nasional di bidang energi, kesehatan, pertanian, industri, keselamatan, dan literasi publik tentang nuklir.

Di tengah meningkatnya kebutuhan Indonesia terhadap sumber energi bersih, andal, dan berkelanjutan, serta semakin luasnya pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor strategis, HIMNI memandang bahwa peran organisasi profesi harus semakin nyata. HIMNI tidak hanya hadir sebagai wadah berhimpun insan nuklir, tetapi juga sebagai mitra intelektual dan sosial dalam mengawal pemanfaatan teknologi nuklir yang aman, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi bangsa.

Melalui MUNAS I ini, HIMNI menegaskan sejumlah arah strategis organisasi ke depan, antara lain memperkuat tata kelola berbasis AD/ART yang transparan dan adaptif, mendorong transformasi digital organisasi, meningkatkan kegiatan profesional dan ilmiah seperti annual meeting, seminar, dan forum diskusi, memperkuat kontribusi teknologi nuklir dalam pembangunan nasional, memperluas kerja sama nasional dan internasional, meningkatkan edukasi serta literasi publik, serta memperkuat kemandirian organisasi melalui penguatan keanggotaan dan model pendanaan yang sehat. HIMNI juga menegaskan posisinya sebagai Indonesian Nuclear Society yang dikelola secara modern dan mengacu pada praktik terbaik organisasi profesi internasional.

Sebagai puncak acara, MUNAS I HIMNI memilih Ketua Umum HIMNI periode 2026–2031 yang diharapkan mampu memimpin transformasi organisasi dan memperkuat peran strategis HIMNI dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Ketua umum terpilih selanjutnya akan ditetapkan sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan HIMNI periode tersebut.

Melalui peringatan HUT dan penyelenggaraan MUNAS I ini, HIMNI menegaskan kesiapan untuk melangkah lebih kuat sebagai organisasi profesi yang modern, mandiri, relevan, dan berdaya saing. HIMNI berkomitmen untuk terus mengambil peran nyata dalam menyongsong era baru perkembangan teknologi nuklir di Indonesia demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa, serta siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk penguatan iptek nuklir nasional.

“Ke depan, HIMNI juga akan tetap bersikap kritis dan memberikan masukan yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, khususnya dalam upaya pengembangan energi nuklir atau Go Nuclear/Go PLTN, demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat luas,” demikian disampaikan Prof. Dr. Susilo Widodo. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *