Gala premiere “The Hostage’s Hero” berlangsung meriah, mencerminkan dukungan terhadap perfilman nasional sekaligus kebanggaan terhadap TNI AL.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan rumah produksi Iswara Films menggelar gala premiere film aksi-patriotik “The Hostage’s Hero” sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat juang prajurit TNI AL sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat melalui media perfilman. Kegiatan ini berlangsung di Epicentrum XXI, Senin (30/3/2026).
Film tersebut mengangkat kisah nyata operasi pembebasan sandera kapal tanker MT Pematang di Perairan Selat Malaka pada 2004. Dalam operasi berisiko tinggi itu, sebanyak 36 awak kapal berhasil diselamatkan dari aksi pembajakan bersenjata oleh KRI Karel Satsuitubun-356 di bawah pimpinan Achmad Taufiqoerrochman yang saat itu masih berpangkat Letnan Kolonel.
Dalam proses produksinya, TNI AL memberikan dukungan penuh berupa penggunaan alutsista, termasuk KRI, helikopter Bell, serta perahu karet taktis (RHIB). Selain itu, sebanyak 73 prajurit TNI AL dari berbagai satuan—mulai dari prajurit, Marinir hingga Kopaska—turut terlibat langsung guna menghadirkan realisme yang kuat.
Menariknya, sejumlah prajurit juga memerankan karakter antagonis, menunjukkan profesionalisme dengan keluar dari zona nyaman demi kebutuhan produksi.
Dalam konferensi pers, Achmad Taufiqoerrochman menyampaikan apresiasi kepada pimpinan TNI AL. Ia mengenang momen operasi tersebut sebagai situasi penuh risiko yang menuntut keberanian dalam mengambil keputusan.
“Yang terpenting adalah meluruskan niat. InsyaAllah, hasil akan mengikuti. Jadi, bukan semata-mata karena kita hebat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali beserta jajaran pejabat tinggi TNI AL. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun citra positif TNI AL melalui media perfilman.
Melalui film ini, TNI AL berharap dapat menyampaikan pesan kepada dunia internasional bahwa perairan Indonesia aman dan terkendali, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman maritim melalui pendekatan diplomasi lunak (soft power diplomacy).
Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Kasal Muhammad Ali yang menekankan pentingnya penguatan identitas TNI AL, diplomasi maritim, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. (red)







Be First to Comment