Press "Enter" to skip to content

Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Arus Balik Idulfitri 2026

Social Media Share

Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan kepada awak media di SPBU Bolon, Karanganyar, terkait kesiapan pasokan energi nasional menjelang arus balik Idulfitri 2026.(Foto: ESDM)

JAWA TENGAH, NP – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, khususnya pada arus balik mudik.

Kepastian tersebut disampaikan Bahlil usai melakukan pemantauan langsung kondisi pasokan energi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), antara lain di Rest Area 519B Sragen dan SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kami mengecek ketersediaan BBM, baik solar maupun bensin, termasuk SPKLU untuk kendaraan listrik serta beberapa pembangkit listrik. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim, masyarakat, dan Satgas sektor ESDM sejak 10 hari sebelum Idulfitri hingga saat ini, semuanya berjalan baik,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).

Bahlil menegaskan, Kementerian ESDM berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat, khususnya BBM dan LPG, terpenuhi selama periode mudik dan arus balik. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman bersama keluarga di kampung halaman.

Lebih lanjut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, meskipun di tengah dinamika global, termasuk gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

“Perintah Bapak Presiden adalah mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara dan mengoptimalkan seluruh potensi energi dalam negeri. Kami pastikan kepada masyarakat bahwa untuk solar, Insya Allah tidak lagi dilakukan impor. Sementara untuk bensin, sekitar 50 persen masih impor, namun kami terus mencari alternatif, termasuk dari minyak mentah (crude),” tegasnya.

Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menggunakan energi secara bijak. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Kalau memasak menggunakan LPG, ketika masakan sudah matang, jangan boros. SPBU juga bukan untuk kebutuhan industri, jadi mohon digunakan secara bijaksana. Kita membutuhkan kerja sama seluruh rakyat untuk menjaga penggunaan energi secara efisien,” tandasnya.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *