Presiden Prabowo Subianto jelaskan alasan Indonesia bergabung dalam BoP, dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis di kediamannya, Bogor, Jawa Barat. (19/3). ( Foto: Bakom)
JAKARTA, NP – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) dilakukan melalui pertimbangan matang guna mendukung kemerdekaan penuh Palestina.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3).
Prabowo menjelaskan, keterlibatan Indonesia bermula saat dirinya menyampaikan dukungan terhadap Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Usai forum tersebut, ia bersama sejumlah pemimpin negara mayoritas Muslim—yang tergabung dalam Group of Eight—bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pertemuan itu, AS menawarkan rencana perdamaian 21 poin untuk Gaza.
Menurut Prabowo, dua poin dalam proposal tersebut membuka peluang bagi kemerdekaan Palestina dan dialog damai dengan Israel, sehingga dinilai sejalan dengan posisi Indonesia.
“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ujar Prabowo.
Berdasarkan pertimbangan itu, negara-negara tersebut sepakat mendukung rencana tersebut dan kemudian mempertimbangkan keikutsertaan dalam BoP yang juga diadopsi dalam Dewan Keamanan PBB.
Prabowo menilai, bergabung dalam BoP memberi ruang lebih besar bagi Indonesia untuk memengaruhi arah kebijakan internasional terkait Palestina.
Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tidak akan ragu keluar jika forum tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional maupun perjuangan Palestina.
“Begitu kita menilai tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita keluar,” tegasnya.
Prabowo menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. (red)







Be First to Comment