Press "Enter" to skip to content

Charity Night IKKSU, Mgr. Antonius Janji Dampingi Pemulihan Rumah Korban Banjir

Social Media Share

Suasana hangat audiensi Mgr. Antonius dengan pengurus IKKSU di Jakarta, Jumat (6/2/2026). (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., Uskup Bandung, didampingi Romo Djatmiko dan Romo Hans (KWI), menerima audiensi Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU) dengan hangat dan penuh kekompakan. Audiensi ini digelar pada Jumat (6/2/2026) dan dihadiri oleh Ketum IKKSU Lodewijk Sihite; Ketua Panitia Paskah 2026 Kasianus Telaumbanua beserta istri, Margaretha Sinulingga; Penasehat Prof. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, Ph.D.; Sekjen Rasnius Pasaribu; Bendahara Tuahta Aloysius Saragih; Bendahara Panitia Lidya Dakhi; Humas Kornelius Wau; serta Tim Dokumentasi & Publikasi Clarence Cornelia Nathalie Wau.

Dalam kesempatan tersebut, Lodewijk Sihite menyampaikan rencana IKKSU menggelar Charity Night di Puspas Samadi sebagai bagian dari perayaan Paskah 2026 sekaligus untuk membantu korban bencana di Tapanuli Tengah. “Kami langsung berkunjung ke lokasi bersama Bapak Kasianus Telaumbanua dan Kornelius Wau, dibantu oleh Bapak Uskup Mgr. Fransiskus Sinaga selaku Uskup Sibolga,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (7/2/2026).

Kasianus Telaumbanua menambahkan bahwa kondisi di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sangat memprihatinkan, sehingga berharap Mgr. Antonius dapat hadir dalam Charity Night tersebut. “Kami yakin, dengan kehadiran Bapak Uskup, dana yang dibutuhkan akan tercukupi,” kata Sekjen IKKSU Rasnius Pasaribu dan Bendahara Tuahta Aloysius Saragih optimis.

Bendahara Panitia, Lidya Dakhi, menyampaikan apresiasi kepada Mgr. Antonius. “Terima kasih yang mulia Bapak Uskup atas kesediaan hadir dalam Charity Night. Kami dari Paguyuban Santa Martha merupakan perpanjangan tangan Keuskupan Sibolga bagi diaspora Jabodetabek,” ujarnya.

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin berbagi pengalaman menyentuh hatinya setelah mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di Keuskupan Sibolga. “Saya tidak bisa berkata-kata, tiada kata kecuali doa dan air mata,” ungkapnya dengan nada sedih.

Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan jauh lebih parah daripada yang terlihat di media sosial. “Banjir memang surut, tapi lumpur yang tertinggal menimbun rumah-rumah,” ujarnya. Mgr. Antonius juga menyoroti tantangan dalam mendapatkan bantuan pascabencana. “Pada masa bencana, banyak yang menyumbang. Namun kini, orang bertanya, ‘Untuk apa lagi? Kan sudah selesai bencana?’” katanya.

Mgr. Antonius berkomitmen, melalui KWI dan Karina, untuk mengawal proses pemulihan minimal satu tahun hingga maksimal dua tahun dalam pembangunan rumah korban. “Kita buat seribu rumah belarasa, mudah-mudahan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga memberikan wejangan kepada IKKSU agar mencari dana dengan mengandalkan doa dan kekuatan Roh Kudus. “Jangan hanya mengandalkan tokoh, termasuk uskup. Berdoalah dan percayalah kepada Tuhan,” pesannya.

Mgr. Antonius memastikan kehadirannya dalam Charity Night IKKSU untuk mendukung penggalangan dana bagi korban bencana. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *