Press "Enter" to skip to content

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Social Media Share

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, siap membawa pengalaman dan strategi internasional ke kancah sepak bola nasional.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia senior dan U-23. Herdman dipilih karena dianggap memiliki pengalaman lengkap dan rekam jejak kuat di kancah sepak bola internasional.

Humas PSSI dalam rilis pers, Sabtu (3/1/2026), menyebut Herdman sebagai salah satu pelatih berpengaruh di sepak bola modern. Tidak hanya karena prestasinya, Herdman juga dikenal dengan pendekatan kepemimpinan yang menekankan kepercayaan, kejelasan taktik, dan kekuatan kolektivitas tim. Rekam jejaknya meliputi program pengembangan sepak bola di Selandia Baru, keberhasilan Timnas Kanada, hingga kebangkitan Toronto FC di Major League Soccer (MLS).

Sepanjang kariernya, Herdman telah memimpin 160 pertandingan internasional resmi, dengan catatan 81 kemenangan, 23 imbang, dan 56 kalah. Persentase kemenangan mencapai 50,62 persen, dengan rata-rata 1,66 poin per pertandingan.

Bersama Timnas Kanada, termasuk kelompok U-23, ia mencatat 37 kemenangan dari 62 laga atau 59,67 persen, dengan rata-rata 1,93 poin per pertandingan. Sementara bersama Timnas Putri Kanada, Herdman membukukan rasio kemenangan 57,4 persen dan 2,01 poin per pertandingan.

Peningkatan peringkat Kanada di daftar FIFA menjadi bukti keberhasilan pendekatannya. Saat pertama kali menangani tim putra pada Maret 2018, Kanada berada di peringkat ke-90 dunia. Dalam empat tahun, posisi itu melonjak ke peringkat 33 pada Februari 2022, rekor tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Kanada, sebelum Herdman mengakhiri masa tugasnya pada 2023.

Filosofi kepelatihan Herdman bertumpu pada tiga pilar utama: Team Spirit, Tactical Excellence, dan Team Chemistry. Kepercayaan menjadi fondasi utama kinerja tim, sementara kejelasan peran dan identitas permainan membangun rasa aman psikologis di ruang ganti. Dari kombinasi ini lahir chemistry tim yang membuat performa kolektif melampaui kemampuan individu, sebuah kerangka untuk meraih pencapaian berkelanjutan.

Jalan Prestasi John Herdman

Karier Herdman dimulai di Selandia Baru (2001–2011) sebagai Regional and National Football Development Director. Ia merancang sistem pembinaan pemain nasional melalui Whole of Football Plan 2010, kurikulum kepelatihan 2008, dan sistem pengembangan talenta terpadu 2009.

Pada 2006, Herdman memimpin Timnas Putri Selandia Baru, mencatat hasil bersejarah di Olimpiade Beijing 2008 dan Piala Dunia 2011, termasuk gelar juara Oseania 2010 serta kemenangan pertama atas tim Eropa dan Amerika Selatan.

Kesuksesan berikutnya diraih saat ia menangani Timnas Putri Kanada pada 2011. Di bawah Herdman, Kanada menjadi tim papan atas internasional, meraih emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, peringkat FIFA tertinggi keempat dunia, serta rekor kemenangan dan gol terbanyak dalam satu musim pada 2016.

Pada 2018, Herdman mengambil alih Timnas Kanada putra. Ia membawa tim lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kali sejak 1986, mencatat 17 laga tak terkalahkan di kualifikasi, serta mencapai peringkat 34 dunia. Kanada juga mencetak gol perdana di Piala Dunia dan menjadi tim dengan gol internasional terbanyak sepanjang 2021.

Karier Herdman berlanjut ke level klub bersama Toronto FC pada 2023. Saat itu, klub berada di dasar klasemen, namun dalam satu musim performanya meningkat signifikan. Poin naik 68 persen, kemenangan meningkat 175 persen, tercatat delapan clean sheet, lolos fase grup Leagues Cup untuk pertama kali, mencapai final Canadian Championship, dan mencatat rasio poin per laga terbaik sejak era Greg Vanney. Rasio kemenangan tim tercatat 36,95 persen.

Di balik statistik tersebut, Herdman menunjukkan pendekatan yang lebih dalam: membangun budaya kerja tim, menumbuhkan kepercayaan, dan membentuk identitas permainan. Pola ini selalu muncul di setiap tim yang ia tangani—struktur terbangun, pemain berkembang, dan tim melampaui ekspektasi.

Karena itu, John Herdman tidak hanya dikenal sebagai pelatih taktik, tetapi juga arsitek budaya tim yang meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan sepak bola modern. (Wahyu Wepe)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *