Di balik ritme disiplin Kolinlamil, ada denyut empati yang terus mengalir untuk Sumatera. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Deru aktivitas di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tak pernah benar-benar berhenti. Sejak banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera, pangkalan ini menjelma menjadi pusat pergerakan bantuan kemanusiaan. Di balik ritme militernya yang disiplin, mengalir denyut empati yang tak putus.
Setiap hari, truk-truk logistik datang silih berganti membawa bantuan dari masyarakat, lembaga kemanusiaan, hingga komponen TNI AL. Seperti halnya hari ini, Rabu (10/12), sejak pagi para prajurit Kolinlamil tampak sibuk memilah, mengemas, dan menata bantuan yang akan diberangkatkan menuju wilayah terdampak.
Bantuan yang terkumpul bukan hanya kebutuhan dasar seperti sembako, air bersih, pakaian, dan obat-obatan, tetapi juga logistik khusus bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Setiap paket disiapkan dengan cermat agar benar-benar menjawab kebutuhan mendesak para penyintas bencana.
Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Rudhi Aviantara menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar mengirim barang, tetapi wujud komitmen TNI AL untuk selalu hadir bagi rakyat.
“Setiap bantuan yang kita kirim membawa harapan. Di tengah kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita di Sumatera, sekecil apa pun uluran tangan adalah penguat semangat,” ujarnya.
Di dermaga, sejumlah KRI dipersiapkan untuk mengangkut bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Para prajurit bekerja cepat dan cermat, memastikan setiap muatan aman dan siap berlayar. Di sana, terlihat jelas bahwa solidaritas bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata.
Di tengah bencana yang menyisakan duka, Kolinlamil berdiri sebagai jembatan harapan. Dan selama kebutuhan di Sumatera masih ada, gelombang kepedulian ini akan terus bergerak tanpa henti. (red)







Be First to Comment