Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka

Social Media Share

Prajurit TNI AL melakukan pemeriksaan terhadap kapal nelayan yang membawa muatan bijih timah ilegal dalam operasi pengamanan laut di Perairan Timur Selat Bangka, Rabu (14/1/2026). (Foto: Ist)

BANGKA BELITUNG, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional dengan menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/1/2026).

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran persnya, Kamis (15/1/2026), menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari pendeteksian KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi BKO Guskamla I terhadap sebuah kapal yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal.

“KRI Todak-631 mendeteksi pergerakan kapal yang mencurigakan di Perairan Timur Selat Bangka. Selanjutnya dilakukan patroli dan pemeriksaan secara terpadu bersama unsur terkait,” ujar Dispenal TNI AL dalam keterangan resminya.

Kecurigaan tersebut ditindaklanjuti melalui patroli laut terpadu yang melibatkan KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) TNI AL, Satgas Sintelal, serta bersinergi dengan Bea Cukai Pangkal Pinang dan Binda Pangkal Pinang.

Dalam operasi tersebut, TNI AL berhasil mengamankan satu unit kapal nelayan beserta empat orang anak buah kapal (ABK). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan muatan bijih timah ilegal seberat sekitar 25 ton atau kurang lebih 500 kampil, dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp12,5 miliar, yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia.

“Seluruh barang bukti beserta para pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” lanjut Dispenal.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menegaskan bahwa TNI AL akan senantiasa hadir dalam menegakkan hukum di laut serta melindungi sumber daya alam nasional dari berbagai praktik ilegal yang merugikan negara.

TNI AL juga berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pengawasan, khususnya di wilayah perairan rawan pelanggaran, sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *