Press "Enter" to skip to content

TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Asal Filipina di Bitung

Social Media Share

Barang bukti penyelundupan ilegal asal Filipina senilai lebih dari Rp1,1 miliar yang berhasil diamankan TNI AL Kodaeral VIII bersama Bea Cukai Sulawesi Utara.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Komitmen TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan laut dan stabilitas ekonomi nasional kembali membuahkan hasil. Tim Quick Response (QR)-8 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII bersama Tim Gabungan Bea Cukai Sulawesi Utara berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal asal Filipina di dua lokasi berbeda, Selasa (30/12/2025) malam.

Keberhasilan operasi tersebut disampaikan Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi dalam konferensi pers di Manado, Rabu (31/12/2025). Ia menjelaskan, pengungkapan bermula dari patroli intensif tim gabungan di perairan Batu Angus, Bitung.

“Prajurit TNI AL mendeteksi pergerakan kapal fiber tanpa dokumen yang mencoba masuk ke wilayah perairan Indonesia,” ujar Dery.

Petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kapal tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ratusan ekor ayam ras asal Filipina tanpa dokumen karantina, puluhan botol minuman beralkohol, serta sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan untuk aktivitas sabung ayam.

Operasi tidak berhenti di laut. Tim gabungan melanjutkan penyisiran jalur darat dan kembali menggagalkan upaya penyelundupan di Pelabuhan Ferry Munte, Likupang. Sebuah truk yang diangkut menggunakan KMP Tarusi kedapatan membawa 98 koli obat-obatan ayam ilegal.

Berdasarkan hasil identifikasi, total nilai barang bukti yang diamankan mencapai Rp1.124.572.200. Tindakan tersebut sekaligus menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp286.484.768.

Seluruh barang bukti beserta kapal kini diamankan di Satrol Kodaeral VIII Bitung untuk proses hukum lebih lanjut. Keberhasilan ini menjadi peringatan tegas bagi pelaku kejahatan lintas batas bahwa pengawasan di wilayah perbatasan laut Indonesia terus diperketat.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan mengerahkan unsur operasi di wilayah perairan perbatasan guna mencegah pelanggaran hukum serta masuknya barang ilegal melalui laut yurisdiksi nasional Indonesia. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *