Press "Enter" to skip to content

KAI Daop 7 Madiun Edukasi Pelajar MIS Al Fattah soal Keselamatan Perjalanan KA

Social Media Share

Ratusan siswa MIS Al Fattah Nganjuk mengikuti Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api yang diselenggarakan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun.(Foto: Ist)

MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan terbebas dari gangguan eksternal. Sebagai langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan, Daop 7 Madiun kembali menggelar Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api (KA) yang menyasar generasi muda di Madrasah MIS Al Fattah, Nganjuk.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun tersebut diikuti dengan antusias oleh sekitar 150 siswa. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Madrasah MIS Al Fattah, M. Munir Utama, S.Pd., M.Pd.I., beserta jajaran dewan guru.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa edukasi keselamatan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya keselamatan perkeretaapian di masyarakat.

“Pelajar adalah agen perubahan keselamatan. Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki atau sense of belonging terhadap fasilitas publik. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa memahami bahwa tindakan sekecil apa pun di jalur kereta api, seperti bermain atau melempar batu, dapat berdampak fatal bagi keselamatan banyak orang,” ujar Tohari dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

Dalam sesi materi, Tim Humas Daop 7 Madiun memaparkan transformasi KAI serta berbagai inovasi layanan yang terus dikembangkan guna meningkatkan minat generasi muda menggunakan transportasi publik. Sementara itu, Tim PAM memberikan edukasi terkait potensi bahaya dan dampak negatif dari pelanggaran keselamatan di lingkungan perkeretaapian.

Materi yang disampaikan meliputi larangan beraktivitas di jalur kereta api, seperti bermain di sekitar rel, berfoto swafoto, menerbangkan layang-layang, maupun meletakkan benda asing di atas rel. Selain itu, siswa juga diedukasi mengenai bahaya pelemparan terhadap rangkaian kereta yang dapat merusak sarana serta mengancam keselamatan penumpang dan petugas.

Tim PAM juga menekankan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang dengan mengedukasi tata cara melintas yang benar melalui prinsip “Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan”. Tak kalah penting, siswa diberi pemahaman mengenai dampak negatif vandalisme yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan pembacaan Janji Komitmen Siswa. Ratusan siswa MIS Al Fattah bersama kepala madrasah dan dewan guru berikrar untuk tidak melakukan aksi vandalisme serta berperan aktif menjaga keamanan jalur kereta api di lingkungan masing-masing.

“Sinergi antara KAI dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam membangun budaya disiplin dan keselamatan. Dengan edukasi yang tepat, kami yakin kesadaran masyarakat akan semakin meningkat. Pada akhirnya, keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Tohari. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *