Press "Enter" to skip to content

Tim Tenis Meja Muda Indonesia Debut di Asian Youth Games Bahrain 2025

Social Media Share

Atlet tenis meja Indonesia tampil penuh semangat di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025. (Foto: NOC Indonesia)

BAHRAIN, NP – Tim tenis meja muda Indonesia mencatat langkah bersejarah di ajang Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025, menandai kiprah perdana Indonesia Pingpong League (IPL) sebagai federasi yang berpartisipasi dalam multievent internasional.

Empat atlet muda andalan Indonesia turun di tiga nomor pertandingan — boys single, girls single, dan mixed double. Mereka adalah Oktavia Kirana, Diska Anindia Susanto, Jehezekel Jason Christian, dan Mochammad Tarikh.

“Ini pengalaman baru karena saya pertama kali ikut kompetisi se-Asia. Lawannya bagus-bagus dan atmosfer pertandingannya luar biasa,” ujar Jason Christian seusai bertanding, Rabu (29/10/2025).

Senada, Oktavia Kirana mengaku mendapat banyak pelajaran dari ajang tersebut. “Lawan-lawannya tangguh sekali. Saya harus menambah jam latihan dan memperbaiki teknik-teknik saya,” ucapnya.

Keempat atlet tampil cukup impresif dengan menembus babak gugur di seluruh nomor. Di sektor girls single, Oktavia melaju hingga babak 32 besar sebelum dikalahkan Wan-rong Lin (Chinese Taipei). Sementara Jason Christian juga terhenti di babak yang sama setelah kalah 0–3 dari Ritvik Gupta (India).

Dari sektor boys single, Mochammad Tarikh sempat mencatat kemenangan dramatis atas Bilgun Ankhbayar (Mongolia) dengan skor 3–2 di babak 64 besar, namun langkahnya terhenti di babak 32 besar usai dikalahkan Yi-cing Yu (Chinese Taipei).

Di nomor mixed double, pasangan Oktavia Kirana/Mochammad Tarikh harus mengakui keunggulan Chin-ting Lin/Ying-syuan Wu (Chinese Taipei) di babak 32 besar. Pasangan lainnya, Diska Anindia Susanto/Jason Christian, juga terhenti di babak yang sama setelah kalah dari duet Malaysia, Yu Cheah/Hong Yu Tey.

Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL) Yon Mardiono, yang mendampingi tim di Bahrain, menilai keikutsertaan ini sebagai langkah strategis untuk menambah jam terbang atlet muda Indonesia.

“Sudah lama atlet tenis meja kita tidak tampil di ajang internasional. Semua terasa baru bagi mereka. Saya selalu bilang, kalau mau jadi yang terbaik, belajar dari yang terbaik. Di sini mereka bertemu wakil-wakil terbaik dari seluruh Asia,” ujarnya.

Yon juga menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam menghadapi kompetisi.

“Persiapan itu bukan hanya soal teknik di pelatnas, tapi juga mencakup pola makan, istirahat, mental, dan strategi. Kalau mental tidak disiapkan, bisa kaget begitu bertanding,” tuturnya.

Dalam setiap penampilan di AYG 2025, tim Indonesia mendapat dukungan dari Mills, BAIC Indonesia, Aice, Kings Travel, TikTok, Perumnas, dan SVRG. (Wahyu Wepe)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *