Press "Enter" to skip to content

Puisi Pulo Lasman Simanjuntak Diangkat Jadi Lagu oleh Penyair Wawan Hamzah Arfan

Social Media Share

Penyair Pulo Lasman Simanjuntak saat membacakan puisi karyanya berjudul “Sajakku Menulis Indonesia Makin Gelap” di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, baru-baru ini. (Foto: Tami)

JAKARTA, NP – Setelah Komponis dan Pianis Ananda Sukarlan sukses mengangkat puisi menjadi tembang puitik (art song), kini giliran Penyair Wawan Hamzah Arfan dari Cirebon, Jawa Barat, yang memberi napas baru bagi karya sastra lewat musik. Ia melagukan sejumlah puisi karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak dengan sentuhan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Saatnya karya puisi bisa dihadirkan kepada masyarakat non-sastra menjadi sebuah lagu atau nyanyian dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan,” ujar Pulo Lasman Simanjuntak di Jakarta, Kamis malam (23/10/2025).

Pulo menuturkan, sebelumnya pada Januari dan Maret 2025, dua puisinya berjudul “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu” telah diangkat menjadi tembang puitik oleh Ananda Sukarlan.
“Bahkan untuk puisi Meditasi Batu, Zoe Hong Yee, mezzo-soprano asal Malaysia, telah memperdengarkannya di Universitas Glasgow, Skotlandia, Inggris, pada 16 Maret 2025 lalu,” katanya.

Sejak sebulan terakhir, Wawan Hamzah Arfan menggarap sejumlah puisi pilihan terbaik Pulo Lasman Simanjuntak menjadi lagu. Enam karya tersebut antara lain “Korupsi di Negeri Telapak Kaki”, “Sentul Suatu Pagi”, “Mengambang Jauh”, “Konflik Dalam Peristiwa”, “Sajak Perjalanan Episode Pertama”, dan “Bandara Internasional Changi.”

“Keenam lagu puitik tersebut disajikan dengan berbagai irama musik dan telah ditayangkan di kanal YouTube saya,” ungkap Wawan Hamzah Arfan.

Ia menambahkan, seluruh karya itu telah dihimpun dalam satu playlist berjudul “Lagu Puisi Pulo Lasman Simanjuntak”agar mudah diakses publik. “Cukup buka akun YouTube saya, lalu pilih playlist itu untuk mendengarkan semuanya,” ujarnya.

Profil Singkat Pulo Lasman Simanjuntak

Pulo Lasman Simanjuntak lahir di Surabaya, 20 Juni 1961. Ia telah menulis ratusan puisi yang terbit dalam tujuh buku antologi tunggal dan 35 antologi bersama penyair Indonesia. Sejak 1980 hingga 2025, karyanya dimuat di 23 media cetak serta sekitar 300 media daring di Indonesia dan Malaysia.

Puisi-puisinya juga telah dipublikasikan di berbagai negara, seperti Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, dan India. Ia kerap tampil membaca puisi di Taman Ismail Marzuki (TIM), RRI Jakarta, hingga komunitas sastra Jabodetabek.

Dua karyanya, “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu” pernah digubah oleh Ananda Sukarlan, dan yang terakhir dibawakan Zoe Hong Yee di Glasgow. Namanya tercatat dalam “Buku Pintar Sastra Indonesia”(Kompas, editor Pamusuk Eneste) dan “Apa & Siapa Penyair Indonesia” (Yayasan Hari Puisi, editor Maman S. Mahayana). Kini ia bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sambil terus menulis dan berkarya sebagai wartawan.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *