Press "Enter" to skip to content

Pesamuhan Agung PHDI 2025 Rumuskan 14 Materi Pokok Pembahasan

Social Media Share

Ketua Panitia Pesamuhan Agung PHDI 2025 Ir. Wayan Gigin Samudera pada pembukaan Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) 2025 yang digelar di Jakarta pada 17-19 Oktober 2025. (Foto: PHDI)

JAKARTA, NP- Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Pesamuhan Agung yang diselenggarakan di Jakarta pada 17-19 Oktober 2025.

Tahun ini tema yang diangkat “Meneguhkan Dharma Agama dan Dharma Negara untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang Adil, Beradab, dan Inklusif.”

Kegiatan nasional ini dirangkai dengan Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama” yang menyoroti pentingnya keseimbangan nilai spiritual dan kebangsaan dalam memperkuat harmoni sosial di Indonesia.

Ketua Panitia Pesamuhan Agung PHDI 2025 Ir. Wayan Gigin Samudera mengatakan Pesamuhan Agung bukan sekadar forum formal, melainkan wadah penting untuk menghasilkan kajian mendalam dan rekomendasi substantif bagi penguatan umat Hindu di Indonesia.

“Melalui pesamuhan agung ini kami berharap bisa menghasilkan kajian yang mendalam dan implementatif,” ujar Wayan Gigin Samudera pada pembukaan Pesamuhan Agung Hindu 2025 di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Menurut Gigin terdapat tema khusus terkait fenomena bunuh diri yang marak terjadi di Bali.

“Pembahasannya mungkin yang sangat krusial itu sudah kita ketahui ya, ada di antaranya itu bunuh diri, yang sangat marak di Bali,” ungkap Wayan Gigin, mengutip di laman parisada.

Tema khusus tersebut diangkat setelah adanya desakan kuat dari para peserta forum group discussion (FGD) pra-pesamuan yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam forum itu, para tokoh agama, termasuk Sabha Pandita, menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri di Bali yang dianggap sudah mengkhawatirkan.

“Jadi sebetulnya bulan lalu, sebelum Sabha hari ini, kita ada pra-Pesamuan Agung, forum diskusi untuk kasus ini. Nah, di sanalah banyak yang hadir, termasuk Sabha Pandita. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa situasi di Bali sangat di luar dugaan marak, jadi diminta dibahas di Pesamuan Agung di Jakarta,” ujarnya.

Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Mayjen (purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan Pesamuhan Agung tahun ini memiliki makna strategis sebagai refleksi dan revitalisasi peran Parisada di tengah perubahan sosial dan kebangsaan.

“Parisada ingin meneguhkan dharma sebagai sumber nilai bagi kehidupan berbangsa. Melalui Pesamuhan Agung dan Seminar Nasional ini, kita ingin menampilkan wajah Hindu yang moderat, terbuka, dan berkontribusi nyata bagi keadaban publik,” ucap Wisnu Bawa Tenaya.

14 Materi Pokok Pembahasan

Di forum sama, Sabha Pandita PHDI Pusat, Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba mengungkapkan Pesamuhan Agung membahas rancangan PHDI kedepan hingga fenomena-fenomena yang belakang ini terjadi.

“Ada 14 materi pokok yang akan menjadi pembahasan dalam Pesamuhan Agung Tahun 2025,” terang Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba.

Materi yang akan dibahas meliputi:

Mekanisme Mahasabha XIII PHDI Tahun 2026.

Rancangan Perubahan AD/ART Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Program Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Penguatan Kelembagaan dan Peran Badan Dharma Dana Nasional (BDDN).

Pembentukan Lembaga Kajian Hindu.

Kajian Ulah Pati (bunuh diri) di Bali.

Pedoman Pelaksanaan Upacara Dīkṣā dalam Kearifan Lokal Hindu di Nusantara.

Evaluasi dan Pengembangan Kerjasama Pemanfaatan Candi Prambanan.

Tata Kelola Pura Padma Bhuana Nusantara.

Moderasi Beragama dan Kerukunan.

Teo-Ekologi Hindu.

Sistem Pendidikan dan Pengembangan SDM Hindu Indonesia.

Membangun Sistem Ekonomi Berlandaskan Dharma.

Rancangan Grand Design Hindu Dharma Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045.(har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *