Press "Enter" to skip to content

Festival Penjor Pujawali ke-XX PAJK Gunung Salak Menguatkan Rasa Menyama Braya

Social Media Share

Festival Penjor pada Pujawali ke-XX Parahyangan Agung Jagatkartta (PAJK), Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Festival Penjor untuk menguatkan dan menumbuhkan rasa saling memiliki serta saling mensupport antar umat Hindu terutama umat Hindu se-Jakarta, Jawa Barat dan Banten (Jakjaban). (Foto: Panitia Pujawali PAJK)

BOGOR, NP- Festival Penjor memberi warna dalam Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartta (PAJK).

Pada Pujawali ke-XX Parahyangan Agung Jagatkartta (PAJK), Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat tahun ini, Panitia Pujawali menggelar Festival Penjor se-Jakarta, Jawa Barat dan Banten (Jakjaban).

Peserta Festival Penjor didominasi para pemuda dan perwakilan Banjar se-Jakjaban pada 31 Agustus 2025 di area Madya Mandala Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Bogor.

Festival dibuka Ketua PHDI Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja. Ia berpesan agar kegiatan positif seperti ini terus dipertahankan agar rasa kekeluargaan umat Hindu terutama di wilayah Jakjaban dapat terus terjaga.

“Jadikan Festival Penjor sebagai wahana untuk saling berkumpul, bersimakrama dan merawat rasa menyama braya antar umat Hindu di area DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” ucap Alit Wiratmaja.

Menurutbya, kegiatan positif seperti ini adalah salah satu bagian untuk saling menjaga, menguatkan dan menumbuhkan rasa saling memiliki serta saling mensupport antar umat Hindu di kota metropolitan.

Kepada para peserta, sebanyak 17 peserta yang hadir dengan perwakilan 10 orang dari setiap regu, Alit Wiratmaja menekankan agar gunakan ajabg ini sebagai sarana saling berkomunikasi dengan peserta lainnya. Juga saling mengenal dan berbagi ilmu.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadikan kita semua umat yang melayani Tuhan dengan banyak cara ” imbuhnya.

Pahami dan wujudkan dari filosofi penjor untuk merawat keberagaman dan perbedaan yang ada.

“Kita semua perlu melihat sebuah Penjor yang menunduk kebawah dan terdapat Sampian Cantik di ujungnya, menandakan bahwa hati yang menunduk dan sifat rendah hati merupakan paras cantik yang ada dari dalam diri setiap mahluk hidup,”  pesannya.

Ada banyak makna yang dapat diambil manfaatnya antara lain:
1. Simbol Kemenangan Dharma: Penjor melambangkan kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (kejahatan)

2. Simbol Keseimbangan Alam: Penjor juga melambangkan keseimbangan alam dan harmoni antara manusia dengan alam

3. Simbol Rasa Syukur: Penjor dibuat dan dipasang sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan

4. Simbol Kebudayaan: Penjor juga merupakan simbol kebudayaan dan tradisi Hindu di Bali yang kaya dan unik. (har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *