Press "Enter" to skip to content

IFW Icon 2025, Vebby Menuju Kesuksesan Karir

Social Media Share

Vebby Aurelia. Baginya fashion bukan sekadar tampilan, tetapi bentuk ekspresi budaya dan identitas.(Ist)

JAKARTA, NP – Bagi Vebby Aurelia, Indonesia Fashion Week (IFW) icon 2025, memilih karier menjadi suatu hal yang penting bagi Generasi Z atau Gen Z (kelompok orang yang lahir antara tahun 1997 dan 2012) karena berkarir tidak hanya sebatas memilih pekerjaan, tapi sampai sejauh mana dukungan social orang tua dan orang-orang terdekat. Selain, karir juga aktualisasi kemampuan secara maksimal termasuk keputusan Vebby menekuni karir sebagai model.

“Mama sangat support, sejak dulu (pertama kali tampil sebagai model). Saya bisa begini (IFW icon) karena support yang begitu besar dari Mama saya,” kata Vebby di sela show time slot ke-3 IFW di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu, (31/5/2025).

IFW 2025 sebagai pekan mode terbesar di Indonesia secara resmi digelar di JCC, (28/5). IFW sebagai medium terbesar ekosistem fashion di Indonesia ingin memberikan platform kepada para pelaku pada sektor industri mode Tanah Air dengan mengajak ratusan desainer, pemilik brand, pemilik rumah mode, pengrajin karya mode dan kriya, hingga pelaku UMKM turut ambil peran merayakan keragaman kultur Jakarta dengan mengusung tema Ronakultura Jakarta.

“Sejak proses pemilihan IFW Icon, Pebruari yang lalu, saya harus mandiri, sendirian di Jakarta. Mama di Surabaya, tidak ada yang temani selama mengikuti serangkaian kegiatan IFW. Tapi dari kejauhan (Surabaya – Jakarta), dia selalu kirim reminder untuk saya, tetap berdoa, jaga makanan dan lain sebagainya. Rasa capek, lelah selama lima hari (28 Mei – 1 Juni 2025) nonstop. Tapi kalau sudah dikirimi reminder, rasa capek hilang,” kata alumni fakultas akuntansi Universitas Kristen Petra Surabaya.

Vebby Aurelia (kanan), bersama icon lain IFW 2025.(Ist)

Rasa capek kelihatan, ketika ia sempat terantuk di backstage (belakang panggung) pada hari ke-2 IFW. Kendatipun sudah mengatur waktu dengan baik sejak masa persiapan beberapa bulan yang lalu, ia tetap saja terantuk di backstage. Selain disiplin mengatur waktu, ia juga menjaga pola makan serta olahraga mengingat penampilan fisik dan kesehatan tubuh adalah kunci utama. “(tampil di IFW, 28 Mei – 1 Juni) sangat melelahkan, tapi happy . Saya sebagai model IFW harus standby sejak jam 4 pagi, berarti bangun jam 3 pagi. Untungnya, di hari pertama, kedua saya bisa pulang cepat. Kalau hari terakhir, saya baru bisa pulang jam 10 malam,” kata Vebby usai tampil di atas catwalk IFW di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Proses seleksi (menjadi icon) sudah dari awal Februari, terus lanjut dengan sesi foto dan video campaign. Sejak masa persiapan, ia sudah commit untuk menjaga badan, kesehatan, pola makan sampai fashion show IFW. Foto, video, spanduk, umbul-umbul para icon IFW, merupakan yang pertama kali dilihat pengunjung seketika tiba di JCC Senayan.

“Pola makan diatur, hanya sekian kalori per hari. Diet tidak terlalu strict,saya masih makan makanan favorit. Belakangan, saya aktif olahraga pilates.” kata putri Yuli Maria Iyanawati.

Portofolio pemodelan, terutama berbagai event dimana ia tampil, sudah mencapai belasan termasuk Jakarta fashion and food festival (JF3) di Kelapa Gading, Fashion Nation di Senayan City, Jakarta Fashion Week, dan lain sebagainya. Ia mengaku, sekarang ini karirnya sebagai model terus menanjak. Selain, ia juga masih antusias untuk melanjutkan studinya pada program S2 bisnis. Keduanya, karir dan studi harus seiring sejalan. Kalaupun ia harus mengambil program S2 di luar negeri, harus dibarengi dengan kontrak agency model.

Vebby Aurelia, di salah satu _fashion showtime_ IFW di JCC Senayan.(Ist)

“Saya sedang menikmati karir saya dulu, karena (karir) sedang naik. Saya berencana ambil S2 bisnis dimana saya bisa tetap meningkatkan karir melalui agency di negara tempat saya studi,” kata pemilik nama Tionghoa Tham Vee Chen.

Di sisi lain, ia melihat fashion bukan sekadar tampilan, tetapi bentuk ekspresi budaya dan identitas. IFW 2025 juga memperlihatkan bagaimana Jakarta berproses menjadi inspirasi sekaligus panggung bagi kreativitas nan terus berevolusi membentuk identitas. IFW bukan semata pekan mode, tetapi bagian tak terpisahkan dari pendorong industri kreatif khususnya mode, aksesoris, kerajinan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Saya senang IFW juga support UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), terutama melalui partisipasi beberapa Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah). Produk kerajinan, fashion lokal (daerah) yang mungkin sebelumnya belum dikenal, akhirnya menjadi dikenal setelah berpartisipasi. Ini sangat berkesan bagi saya karena masyarakat, bahkan turis mancanegara semakin kenal produk kerajinan tangan, mode yang notabene warisan budaya serta bernilai ekonomi,” kata perempuan kelahiran Surabaya, 22 tahun yang lalu.(Liu)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *