Pdt. Palti Panjaitan M.Th saat menyampailan khotbahnya, di Gedung Sopo Gabe, Harja Mukti, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (2/3/2025) pagi. (Ist)
JAKARTA, NP — Pendeta Palti Hatoguan Panjaitan M.Th mengajak setiap pengurus Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) Se Jabodetabek Wilayah Jakarta Timur II agar terus berada dalam barisan kesatuan dan kasih lewat perbuatan, terutama dalam melayani warga Panjaitan.
“Bagi pengurus Panjaitan (PPDB) diharapkan selalu siap melayani tanpa syarat, dengan cinta kasih yang tidak melihat keadaan atau perbuatan dari pada warga Panjaitan itu,” ujar Pendeta Palti Panjaitan mengawali khotbahnya, di Gedung Sopo Gabe, Harja Mukti, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (2/3/2025) pagi.
Pesan cinta kasih itu disampaikan Pendeta Palti Panjaitan pada acara kebaktian doa bersama dan perayaan ucapan syukur awal tahun atau yang disebut “Partangiangan” dalam budaya Batak, yang dihelat oleh Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) Se Jabodetabek Wilayah Jakarta Timur II.
Dalam khotbahnya, Pendeta Palti membacakan tema acara yang tertulis pada Filipi 2:2b, “Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa.”
Pendeta Palti menjelaskan, nasehat-nasehat agar keluarga besar Panjaitan hidup sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, dan satu tujuan, dengan tidak mencari-cari kepentingan sendiri-sendiri.
Ia menerangkan, hendaklah kamu sehati sepikir adalah ajakan untuk kita berpikir bersama, bukan berpikir sama. Kalau berpikir sama itu adalah bentuk arogansi yang memaksakan orang lain harus sama seperti pemikiran kita.
“Sehati sepikir ini mendorong kita untuk memiliki kesatuan dalam berpikir, yang sejalan dengan kasih Kristus, saling memahami satu sama lainnya, dan menghindari terjadinya perpecahan karena berbeda pemikiran,” jelas Pendeta Palti.
Dengan berpikir bersama akan memberikan perspektif masing-masing, sehingga menghasilkan pemikiran yang lebih beragam dan mendalam dibandingkan berpikir secara individualisme.
Dalam satu kasih, sambung Pendeta Palti menjelaskan, adalah satu kasih yang bersumber dari Kristus, yang melayani tanpa pamrih dan penuh pengorbanan, seperti yang diajarkan tentang kerendahan hati Yesus.
“Pengurus Panjaitan harus rendah hati melayani setiap warga Panjaitan,” singkatnya.
Satu jiwa, kata Pendeta Palti, diharapkan agar pengurus Panjaitan tetap memiliki kebersamaan dalam perasaan dan tujuan yang sama, baik ke anggota maupun sesama pengurus, agar tidak saling bersaing satu sama lainnya, tetapi bekerja sama dalam semangat yang sama untuk melayani warga Panjaitan.
“Setiap pengurus Panjaitan punya tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, tetapi memiliki jiwa pengabdian yang sama-sama untuk melayani warga Panjaitan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pendeta Palti menjelaskan, satu tujuan adalah fokus utama dari berbagai bentuk pelayanan pengurus kepada warga Panjaitan yang didasarkan pada kasih Injil dan kemuliaan untuk Tuhan, bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Pentingnya tema ibadah kita saat ini adalah bagaimana menjaga persatuan dalam keluarga besar Panjaitan (PPDB), yang didasarkan pada kasih Kristus dan kesamaan tujuan, yaitu melayani penuh kasih bagi setiap warga Panjaitan dengan segala kerendahan hati,” kata Pendeta Palti.
*Bentuk-Bentuk Kasih*
Lebih lanjut, Pendeta Palti menjelaskan, beberapa bentuk kasih yang diajarkan dalam Alkitab. Ia mengatakan, ada empat bentuk kasih, yaitu eros, storge, philia dan agape (istilah dalam bahasa Yunani).
“Kasih eros ini berdasarkan pada hawa nafsu atau kasih romantis,” jelas Pendeta Palti.
Ini adalah bentuk kasih antara suami dan istri, yang melibatkan hubungan keintiman emosional dan fisik, sebagaimana yang dirancang oleh Tuhan dalam pernikahan atau rumah tangga.
Kasih storge adalah kasih keluarga, yaitu kasih antara sesama anggota keluarga, seperti antara orang tua dan anak, atau antar saudara kandung.
Selanjutnya, kasih philia adalah kasih persahabatan. Kasih yang didasarkan pada hubungan persahabatan yang erat antara orang-orang yang memiliki ikatan emosional, yang bukan saudara kandung.
Kasih agape, sambungnya lagi, adalah kasih yang tidak bersyarat. Inilah kasih Ilahi yang murni, tanpa pamrih, dan tanpa syarat, yang tidak tergantung pada keadaan atau perbuatan seseorang.
Menurut Pendeta Palti, kasih agape inilah yang menjadi dasar dari semua bentuk kasih yang seharusnya dapat diterapkan oleh pengurus Panjaitan (PPDB).
Ia mengutip firman Tuhan pada Roma 5:8: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
“Apakah pengurus Panjaitan (PPDB) siap melayani setiap warga Panjaitan dengan tanpa syarat, tanpa melihat keadaan atau perbuatan dari pada warga Panjaitan tersebut?,” tanya Pendeta Palti mengakhiri khotbahnya, yang disambut teriakan siap dari ribuan warga Panjaitan Jakarta Timur II.
*Struktur Kepengurusan*
Berikut ini adalah struktur kepengurusan PPDB Se Jabodetabek Wilayah Jakarta Timur II di bawah komando Parel Panjaitan/St. R. br. Silalahi (Ketua), Manampin Panjaitan/br. Simanjuntak (Wakil Ketua), Osben Panjaitan/br. Marpaung (Sekretaris), Hendrik Bonaparte Panjaitan/br. Pardede (Wakil Sekretaris), F. Sinaga/br. Panjaitan (Bendahara).
Penasehat tetap, St. Drs. K.D Panjaitan/br. Siburian, Boma Panjaitan/br. Manalu, dan Charles Panjaitan/br. Siagian. Penasehat periodik, Bresman Panjaitan/br. Lumbantobing dan Bonar Panjaitan/br. Napitupulu.
Bidang adat, St. Westerling Panjaitan/br. Marpaung, Ninggorjati Panjaitan/Br. Simangunsong, Asner Panjaitan/br. Sirait, Sebolon Panjaitan/br. Sitanggang, Hotlan Panjaitan/br. Hutahaean, Nelson Panjaitan/br. Siagian, Robert Panjaitan/br. Sinabutar.
Bidang kerohanian, St. Richard Panjaitan/br. Simamora, St. Parluhutan Panjaitan/br. Simangunsong, St. R. br. Silalahi, dan St. br. Manik. Bidang pemuda dan olah raga, Marusaha Panjaitan/br. Sihombing, Lintong Panjaitan/br. Manalu, Maisal Panjaitan/br. Situmeang. Bidang humas, Nikson Panjaitan/br. Siallagan, Mulyono Panjaitan/br. Simanjuntak, dan Edo Panjaitan/br. Siahaan.
*Ketua-Ketua Komisaris*
Horas Panjaitan/br. Rajagukguk (Kramatjati), Hendrik B Panjaitan/br. Pardede(Mayasari), Ketler Panjaitan/br. Pasaribu (Cibubur), Lasniroha Panjaitan/br. Manik (Taman Mini Cipayung), Hosea Panjaitan/br. Silaban (Kalisari), Ramot Panjaitan/br. Gultom (Kampung Tengah), Arnold Panjaitan/br. Sianturi (Ciracas), Marihot Panjaitan/br. Siahaan (Lubang Buaya), Pancer Panjaitan/br. Siregar (Cimanggis), Famili Panjaitan/br. Sitanggang (Kranggan), Rasidin Panjaitan/br. Napitu (Cilengsi), Toni Panjaitan/br. Tampubolon (Kampung Sawah), St. Parluhutan Panjaitan/br. Simangunsong (Alam Sentosa), dr. Fransisco Panjaitan/br. Tarigan (Transyogi), Rudi Panjaitan/br. Munte (Kelapa Dua), dan Mangalendang Panjaitan/br. Aruan (PAL).
*Dihadiri 1.270 Warga Panjaitan*
Berdasarkan pengamatan di lokasi acara, sebanyak 1.270 warga PPDB Wilayah Jakarta Timur II hadir dari 16 komisaris yakni, Kramatjati, Mayasari, Cibubur, Taman Mini Cipayung, Kalisari, Kampung Tengah, Ciracas, Lubang Buaya, Cimanggis, Kranggan, Cilengsi, Kampung Sawah, Komplek Griya Alam Sentosa, Transyogi, Kelapa Dua, dan PAL.
Acara ini berlangsung dengan hikmat, meriah dan penuh suka cita, dengan mengusung tema, “Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa (Filipi 2:2b).”
Tak hanya hiburan tari tortor anak-anak, remaja dan dewasa saja yang memantik rasa haru dan bangga para orang tua. Semua hadirin yang hadir dalam acara inipun dibuat deg-degan. Pasalnya, ada undian doorprize yang tersedia bagi setiap 16 komisaris, dan hadiah grand prize berupa tv layar datar dan kulkas berukuran gede yang diundi bagi yang beruntung.
Pada kegiatan itu tampak juga dihadiri Ketua Umum PPDB Se Jabodetabek Periode XXVII St. DR. Trimedya Panjaitan SH MH didampingi istri Ny. br. Marpaung beserta rombongan perwakilan Pengurus Pusat PPDB Se Jabodetabek Periode XXVIII.
Adapun Ketua Umum PPDB Se Jabodetabek Periode XXVIII saat ini dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn.) Sturman Panjaitan, S.H., yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024-2029. (EDO)







Be First to Comment