Press "Enter" to skip to content

TNI AU Perkuat Pasukan Antiteror, Antisipasi Ancaman di Udara

Social Media Share

Prajurit TNI Angkatan Udara mengikuti Pelatihan Anti Terror Counter Measure (ATCM) TA 2026 di Wingdik 800 Pasgat, 29 Juni–24 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan antiteror dan kesiapan operasional menghadapi dinamika ancaman. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Mengantisipasi meningkatnya kompleksitas ancaman terorisme di sektor penerbangan, TNI Angkatan Udara memperkuat kemampuan prajurit melalui pelatihan Anti Terror Counter Measure (ATCM) TA 2026.

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam rilis pers, Minggu (26/7/2026), menyatakan pelatihan yang digelar Staf Operasi TNI Angkatan Udara (Sopsau) tersebut berlangsung di Wingdik 800 Pasgat pada 29 Juni hingga 24 Juli 2026.

Kegiatan ini melibatkan personel Satbravo 90, Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau), dan Intelijen sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan.

“Ancaman terorisme terus berkembang dengan pola yang semakin dinamis. Karena itu, kemampuan prajurit harus terus diasah agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman,” kata Dispenau dalam keterangannya.

Pelatihan ATCM menghadirkan instruktur dari Sovereign Tactical Training (UK) yang memberikan pembekalan mengenai strategi pencegahan, penanganan, hingga respons terhadap situasi krisis di lingkungan penerbangan.

Tidak hanya menguji kemampuan teknis, pelatihan tersebut juga dirancang untuk memperkuat koordinasi antarsatuan dalam menghadapi skenario ancaman yang dapat mengganggu keamanan penerbangan nasional.

“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir prajurit TNI Angkatan Udara yang profesional, adaptif, dan memiliki kesiapan operasional tinggi dalam mendukung pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan udara serta keamanan penerbangan,” ujar Dispenau.

Penguatan kapasitas personel antiteror menjadi bagian dari langkah preventif TNI Angkatan Udara dalam menghadapi perubahan karakter ancaman, sekaligus memastikan kesiapan kekuatan udara dalam menjalankan tugas negara. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *