Press "Enter" to skip to content

Seskoal Gelar Latihan Oyu Renstramil Jala Dharma LXV, Uji Kemampuan Perwira Siswa Hadapi Kontinjensi Strategis

Social Media Share

Suasana kegiatan briefing awal Latihan Oyu Renstramil “Jala Dharma LXV” di Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan. (Foto:Ist)

JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo selaku Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat) yang diwakili Kepala Departemen Operasi (Kadepops) Seskoal Kolonel Laut (P) Bambang Purnomo, S.H., M.Tr.Opsla., selaku Wakil Direktur Latihan (Wadirlat), memberikan briefing awal Latihan Olah Yudha Rencana Strategi Militer (Oyu Renstramil) “Jala Dharma LXV” bagi Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Koarmada RI dan Kormar Siap Mengantisipasi dan Merespon Berbagai Kemungkinan Kontijensi yang Terjadi di Wilayah NKRI Secara Cepat, Tepat, Efektif dan Efisien Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, yang berlangsung di Amphitheater TFG Pusoyu Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Latihan Oyu Renstramil tersebut dilaksanakan selama dua hari dan difokuskan untuk menguji kemampuan Pasis Dikreg Seskoal dalam menyusun perencanaan strategi militer, khususnya pada tingkat operasional dan strategis. Para peserta juga dilatih untuk menghadapi berbagai skenario kontinjensi, mulai dari ancaman kedaulatan negara, pelanggaran wilayah, hingga potensi konflik bersenjata di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam briefing awal yang dibacakan Kadepops Seskoal, disampaikan bahwa latihan ini menjadi sarana penting untuk mengasah kemampuan analisis dan perencanaan strategis para perwira siswa. “Latihan Oyu Renstramil merupakan instrumen penting untuk menguji kemampuan Pasis Dikreg Seskoal dalam merancang perencanaan strategi militer di tingkat operasional dan strategis guna menghadapi dinamika ancaman yang kian kompleks. Laksanakan latihan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab, dan jadikan setiap skenario sebagai situasi nyata yang mengancam kedaulatan negara,” demikian penekanan dalam briefing tersebut. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *