Suasana kuliah umum Menteri Transmigrasi RI di hadapan Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 di Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026). (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo yang diwakili Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR., menerima kunjungan Menteri Transmigrasi RI Dr. M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H., M.A., dalam rangka memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026.
Kuliah umum bertema “Sinergitas TNI Angkatan Laut dan Kementerian Transmigrasi dalam Membangun Ketahanan Maritim Indonesia Melalui Kesejahteraan Kawasan Pesisir dan Perbatasan” itu berlangsung di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Dalam sambutan pengantarnya yang dibacakan Wadan Seskoal, Danseskoal menyampaikan apresiasi atas kesediaan Menteri Transmigrasi RI hadir memberikan pembekalan kepada para Pasis Dikreg Seskoal.
“Atas nama seluruh civitas akademika Seskoal, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Menteri Transmigrasi RI memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh perwira siswa menyimak materi yang disampaikan guna memperluas wawasan strategis terkait peran TNI Angkatan Laut dalam mendukung program nasional di wilayah pesisir.
“Kepada seluruh Pasis Dikreg Seskoal agar menyimak materi yang disampaikan dan menggali pemikiran strategis mengenai bagaimana TNI Angkatan Laut dapat berperan lebih aktif dalam mendukung program kedaulatan pangan dan pemukiman di wilayah pesisir guna mendukung visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI Dr. M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa ketahanan maritim Indonesia tidak cukup hanya dibangun melalui kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga harus diperkuat melalui ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
“Ketahanan maritim tidak bisa hanya dibangun melalui kekuatan alutsista, tetapi juga harus didukung oleh ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah pesisir,” ujarnya.
Menurutnya, TNI Angkatan Laut memiliki peran menjaga keamanan dan kedaulatan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sedangkan Kementerian Transmigrasi membangun sabuk kesejahteraan di kawasan pesisir dan perbatasan.
“Masyarakat pesisir yang sejahtera dan setia kepada NKRI merupakan lapisan pertahanan pertama sebagai informan strategis serta komponen pendukung dalam menghadapi ancaman maritim,” katanya. (red)







Be First to Comment