Ida Bagus Ketut Suamba (kanan) usai meraih medali emas pada kompetisi Bakery Challenge Live di JIExpo, Jumat (8/5/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Durasi pertandingan selama tujuh jam dalam ajang Bakery Challenge Live di JIExpo diakui cukup menegangkan bagi Ida Bagus Ketut Suamba, peraih medali emas pada kompetisi tersebut. Selama perlombaan berlangsung secara langsung (live), para peserta harus memproses seluruh bahan baku menjadi 15 jenis produk bakery dengan variasi rasa, bentuk, dan tekstur yang berbeda-beda.
“Selama bertanding, saya harus fokus dan konsentrasi karena berlangsung live. Semua peserta BCL juga tidak tahu, selama live, proses membuat bakery bisa gagal atau lancar,” ujar Ida Bagus Ketut Suamba kepada Redaksi, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, tantangan utama dalam kompetisi tersebut terletak pada seluruh tahapan praktik yang dilakukan langsung di arena lomba, mulai dari penyiapan bahan baku, mixing, final proofing, hingga proses baking. Meski sebelumnya pernah mengikuti kompetisi serupa di Hong Kong pada 2018, Ida Bagus mengaku tetap harus menjaga fokus penuh selama tujuh jam pertandingan berlangsung.

Ajang BCL di MoreFood Expo 2026 merupakan kali ketiga dirinya mengikuti kompetisi tersebut. Pada kompetisi di Hong Kong tahun 2018, ia juga berhasil meraih medali emas untuk kategori pastry. Pengalaman panjang di industri bakery, termasuk saat bekerja di perusahaan bakery di Miami, Florida pada 2010 hingga 2016, diakuinya menjadi modal penting saat tampil dalam kompetisi internasional.
“Pengalaman selama ini sangat membantu saya untuk perform dalam kompetisi seperti ini. Tapi cukup enam tahun saja di Amerika, dan akhirnya saya memutuskan kembali ke Bali, kampung halaman saya, untuk tetap bekerja di industri bakery,” katanya.
Ida Bagus menuturkan, dalam kompetisi di Hong Kong, pesaing terberat datang dari China, Jepang, dan Korea Selatan. Selain memiliki industri bakery yang maju, negara-negara tersebut juga didukung peralatan modern serta sumber daya manusia yang dinilai lebih disiplin. Sementara di kawasan Asia Tenggara, menurut dia, peserta dari Thailand juga cukup tangguh.

Meski demikian, Ida Bagus memiliki strategi tersendiri untuk meraih kemenangan. “Trik saya untuk berhasil meraih medali emas adalah mengikuti apa yang menjadi kriteria lomba. Itu menjadi nilai plus. Banyak peserta kurang memperhatikan kriteria dan persyaratan, padahal produk mereka sebenarnya bagus,” ujarnya.
Kompetisi Bakery Challenge Live di MoreFood Expo 2026 diikuti enam peserta. Panitia menyediakan berbagai peralatan pendukung seperti oven, mixer, dan meja kerja, sementara peserta membawa bahan baku masing-masing.
Ia menilai prospek industri bakery di Indonesia masih sangat terbuka dan terus berkembang. “Saya melihat prospek industri bakery di Indonesia semakin terbuka. Karena itu beberapa sponsor seperti Bogasari juga ikut berpartisipasi,” kata Ida Bagus Ketut Suamba. (Liu)







Be First to Comment